<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455</id><updated>2012-01-07T02:23:51.185+09:00</updated><title type='text'>Kabar dari Daeng KM</title><subtitle type='html'>Nama saya Daeng KM, seorang Jepang yang tertarik tentang Indonesia sejak 20 tahun yang lalu. Dalam web ini, saya coba catat sesuatu yang saya merasa dan pikir. Jika ada yang tertarik, silahkan kirim saran dan komentar anda. Terima kasih atas kunjungan ke halaman saya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-891045986182620348</id><published>2008-05-03T00:37:00.001+09:00</published><updated>2008-05-03T00:40:33.923+09:00</updated><title type='text'>Pindah ke "Kabar dari Daeng KM (2)"</title><content type='html'>Maaf, karena alasan teknis, blog ini pindah ke "&lt;a href="http://daengkm2.blogspot.com"&gt;Kabar dari Daeng KM (2)&lt;/a&gt;". Alasan teknisnya tidak serius. Cuma, karena saya menulis tiga blog: blog bahasa Indonesia, blog bahasa Inggeris, dan blog bahasa Jepang sekaligus di satu account blogspot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga blog saya makin banyak diminati oleh pembaca. Sampai jumpa di "Kabar dari Daeng KM (2)" sebentar lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-891045986182620348?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/891045986182620348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=891045986182620348' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/891045986182620348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/891045986182620348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2008/05/pindah-ke-kabar-dari-daeng-km-2.html' title='Pindah ke &quot;Kabar dari Daeng KM (2)&quot;'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-6523293321090583035</id><published>2008-01-26T09:42:00.000+09:00</published><updated>2008-01-26T10:14:09.284+09:00</updated><title type='text'>Apakah Tidak Ada Uang?</title><content type='html'>Pemekaran daerah tetap tren politik daerah Indonesia sampai saat ini. Pemekarannya dilakukan karena alasannya dianggap wajar dan kuat: daerah tersebut berjanji mandiri. Pemekaran membutuhkan dana cukup besar. Membentuk organisasi pemerintah daerah baru dengan rekruitmen aparat, anggota DPRD baru, bangun gedung baru, beli mobil dinas, peralatan kantor, dan lain-lainnya. Salah satu pemekaran adalah penciptaan kesempatan kerja baru yang tidak produktif di sektor pemerintah. Gaji dan pensiunnya terjamin dan tidak dipecat. Kesempatan kerja yang dibiayai oleh dana masyarakat lewat pajak dan yang tidak menghasilkan sesuatu dinamis secara ekonomis. Belum pernah dengar bahwa pemekaran wilayah dibiayai oleh yang bersangkutan sendiri. Semuanya pakai uang orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Desember 2007 lalu, MA memutuskan pilkada gubernur Sulawesi Selatan ulang di 4 kabupaten di Sulsel. Artinya, harus mulai dari pendaftaran ulang pemilih di tingkat TPS. Biayanya 10 milyar rupiah per kabupaten maka totalnya 40 milyar rupiah. Katanya anggaran untuk itu harus ada. Ini uang siapa? Mungkin dari APBD, berarti uang orang lain. Sedangkan, berbagai kebijakan termasuk bidang kesehatan dan pendidikan sulit direalisasikan karena kekurangan dana. Jika kesehatan dan pendidikan, tidak ada dana. Tapi, jika pilkada, harus ada. Apakah ini merupakan konsekuensi demokratisasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu krisis moneter pada 1997-1998, Indonesia mengalami kekurangan dana karena kurs rupiah menurun secara drastis terhadap USD. Namun, banyak orang tahu bahwa ada begitu banyak perpindahan dana dari Indonesia ke Singapore pada waktu itu. Pemerintah Indonesia minta bantuan urgen kepada berbagai negara termasuk Jepang, dan Jepang memberikan begitu banyak bantuan khusus kepada Indonesia untuk menyelamatkan masyarakatnya. Banyak masyarakat Jepang memperhatikan atas nasib masyarakat Indonesia yang mungkin menghadapi kelaparan dan penyebaran penyakit dan kekurangan gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tidak ada uang di Indonesia? Uang siapa yang tidak ada di Indonesia? Masih sering terdengar suara permintaan bantuan dari Jepang dengan alasan tidak ada dana. Apakah itu benar?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-6523293321090583035?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/6523293321090583035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=6523293321090583035' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/6523293321090583035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/6523293321090583035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2008/01/apakah-tidak-ada-uang.html' title='Apakah Tidak Ada Uang?'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-544952639589688082</id><published>2008-01-15T01:12:00.000+09:00</published><updated>2008-01-15T01:42:40.715+09:00</updated><title type='text'>Apa Sebenarnya Kemajuan?</title><content type='html'>Ini adalah kutipan karya Tsuneichi MIYAMOTO, seorang folklorist yang berjalan kemana-mana di Jepang sambil memberi semangat kepada masyarakat Jepang yang terpinggir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah lama berjalan kaki. Bertemju dengan banyak orang dan melihat banyak hal. Dalam perjalanan yang masih berlanjut dan masih panjang ini, apa yang saya terus berpikir adalah "apa sebenarnya kemajuan?" "apa sebenarnya pengembangan?". Apakah semuanya maju dan berkembang?  Rupanya, banyak juga yang stagnan, mundur, dan sekaligus makin lama makin hilang. Apakah semua yang hilang tidak diperlukan lagi dan out-of-date? Mungkin kita sering salah persepsi dan menilai bahwa yang mundur dianggap sebagai yang maju. Rupanya, apa yang kita menganggap kemajuan justru sebaliknya membawa manusia dan semua yang hidup ke kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dan menangkap yang sedang mundur di belakang yang maju. Inilah tantangan terpenting yang diberikan kepada kita. Kemampuan pengelolaan urusan hidup manusia sendiri telah sangat menurun dibandingkan dulu. Kemampuan pandangan terhadap sesuatu pun sudah tidak tajam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menggali kembali apa yang dilupakan oleh banyak orang, karena pasti ada suatu nilai dan arti yang penting di dalamnya. Siapa yang mempertahankan hal-hal yang kuno dan tradisional tidak berada di main-stream, tetapi berada di sudut dengan susah payah untuk mempertahankan kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering tidak bisa mengatasi masalah karena sudah menghilangkan hal-hal yang penting. Waktu melihat tukang monyet, saya langsung ingat rupanya banyak hal yang penting dilupakan dalam pendidikan manusia saat ini. Betul, manusia adalah manusia tetapi sekaligus binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berjalan kaki menuju jalan panjang. Namun, kita perlu selalu menanyakan sendiri "apa sebenarnya kemajuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(Tsuneichi MIYAMOTO, "Perjalanan ke Folklogi". Asli dari Bahasa Jepang)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-544952639589688082?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/544952639589688082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=544952639589688082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/544952639589688082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/544952639589688082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2008/01/apa-sebenarnya-kemajuan.html' title='Apa Sebenarnya Kemajuan?'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-267156765239194634</id><published>2007-12-31T02:30:00.000+09:00</published><updated>2007-12-31T02:48:49.894+09:00</updated><title type='text'>Mulailah Menciptakan Sejarahnya</title><content type='html'>&lt;div&gt;Pada awal Desember lalu, saya sempat memberikan kuliah khusus di Universitas Cenderawasih, Jayapura.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam diskusi dengan para peserta, muncul suatu tanggapan, yaitu: sejarah kami telah dihantamkan oleh orang luar maka kami tidak mempunyai sejarah apa-apa. Menurutnya, inilah alasan mengapa mereka ingin menuntut orang luar memberikan kompensasi kepada mereka. Bisa saja mengancam dengan pakai istilah "merdeka".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya membalas kepada mereka dengan mengatakan bahwa apakah sejarah anda benar-benar tidak ada lagi? Dengan permintaan kompensasi dan mengancam dengan istilah khusus, anda lupa melihat dirinya sendiri. Anda itu siapa? Apakah benar anda tidak memiliki apa-apa? Di mana jati diri anda sebagai orang Papua?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siapa menciptakan sejarah? Anda! Jika merasa sejarahnya dihantamkan oleh orang luar, mulai saja sekarang untuk memciptakan sejarah anda sehari demi sehari. Sesudah berlanjut ini lima tahun, sepuluh tahun, anda sudah berhasil menciptakan sejarah anda sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari rasa korban, kita tidak bisa mulai apa-apa. Mungkin lebih enak jika terus menerus posisikan diri sebagai korban karena ini menjadi alasan anda tidak perlu melakukan apa-apa. Mulai saja sekarang dari anda sendiri untuk berubah sesuatu yang akan lebih baik daripada saat ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya menyampaikan demikian kepada para peserta kuliah saya. Step by step. Mereka juga pasti akan maju ke depan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-267156765239194634?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/267156765239194634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=267156765239194634' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/267156765239194634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/267156765239194634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/12/mulailah-menciptakan-sejarahnya.html' title='Mulailah Menciptakan Sejarahnya'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-2506166254781230064</id><published>2007-12-11T19:15:00.000+09:00</published><updated>2007-12-11T19:29:34.519+09:00</updated><title type='text'>Upacara Andingingin di Kajang</title><content type='html'>Bersama seorang direktur film dokumenter dari Jepang dan rekan saya Pak Ridwan, saya ke Kajang Dalam, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan,  pada awal bulan Desember dan mendengar cerita banyak tentang Upacara Andingingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaca Andingingin akan dilaksanakan di hutan keramat tiga hari sesudah Hari Lebaran Haji, yaitu 23 Desember 2007 nanti. Upacara ini ada setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ammatowa, sang maha terhormat di masyarakat Kajang, upacara ini bertujuan untuk mendinginkan dunia dan bumi yang menjadi panas oleh karena pertikaian, konflik, perang, stres dan berbagai hal. Sesudah Hari Lebaran  Haji, hari pertama, suatu sumur di hutan keramat dibersihkan karena air sumur itu akan digunakan dalam upacaranya. Hari kedua, atas petunjuk dan pengawasan Ammatowa dan para petinggi adat, suatu tempat panggung bambu yang dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga, mulai dari pagi, masyarakat Kajang Dalam datang ke tempat upacara dengan membawa songkolo yang dibuat masing-masing. Lalu, Ammatowa melempar air suci dari sumur untuk masyarakat untuk mendinginkan dunia dan bumi. Sesudah itu, Ammatowa kasih tanda titik di dahi kepada masing-masing para hadirin. Lalu, berdoa dan makan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Andingingin ini merupakan salah satu upacara yang paling suci dalam berbagai upacara di Kajang Dalam atai disebut Kawasan, maka secara ketat dilarang ambil foto dan membuat rekaman sebagai simbol modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara ini dilanjutkan terus-menurus sejak dulu-dulu di Kajang Dalam, mungkin tanpa mengetahui pembahasan hangat oleh pejabat-pejabat internasional tingkat tinggi, misalnya COP-13 di Bali. Memang, dunia dan bumi ini perlu didinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-2506166254781230064?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/2506166254781230064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=2506166254781230064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/2506166254781230064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/2506166254781230064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/12/upacara-andingingin-di-kajang.html' title='Upacara Andingingin di Kajang'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-6929090183673192437</id><published>2007-11-08T18:14:00.000+09:00</published><updated>2007-11-08T18:18:05.089+09:00</updated><title type='text'>Pameran Karya Senirupa SMPN 24 Makassar</title><content type='html'>Ada informasi tentang pameran yang unik dari rekan-rekan saya, seperti yang berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran Karya SenirupaPelajar Kelas II SMPN 24 Makassar - Firman Djamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna terbentuk dari vigmen-vigmen alam yang ditransformasi oleh cahaya.Dari vigmen ini, dengan adaptasi tehnologi pada material fisikal,menghasilkan tiruan-tiruan cahaya berwarna-warni pada berbagai media,seperti pada tekstil dan benda-benda lainnya. Penampakan warna inimenimbulkan cita rasa estetik yang menakjubkan. Dari penampakanwarna-warni cahaya ini pula menginspirasi para pelajar SMP Negeri 24Makassar menciptakan karya senirupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menciptakan karya mereka, di bawah bimbingan perupa Firman Djamil,para siswa menggunakan kain perca; kain sisa yang mereka peroleh daribeberapa penjahit di sekitar rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan siswa SMP Negeri 24 Makassar perlu menjadi contohkecil dari tindakan yang perlu dilakukan para warga kota dalammenanggapi masalah lingkungan hidupnya. Apalagi dalam fakta, berdasarkanKompas edisi 30 Juni 2007, masalah sampah di Makassar bukanlah masalahyang kecil. Terhitung tidak kurang 3.582 meter kubik atau 700 ton sampahdihasilkan oleh 1,3 juta jiwa penduduk kota ini dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, kami dari penyelenggara, tertarik untuk memfasilitasi pameranini.Visi yang dikembangkan dan dihasilkan oleh siswi-siswa ini adalahkarya seni yang berwawasan lingkungan hidup, seperti halnya yang selamaini digeluti oleh Firman Djamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh para pelajar tersebut, mungkin saja, tidakberarti dalam mengurangi kuantitas sampah yang menjadi masalah besarbagi Makassar. Tapi dalam kualitas, tindakan dan karya mereka memilikiproyeksi dan cita-cita yang besar dan luhur; namun tetap berangkat darikerja dan kegiatan yang kecil. Kami pikir inilah salah satu caramengenalkan kepada pelajar tentang lingkungan hidup; sebagai bagian dariperbaikan kualitas lingkungan hidup di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Jenis Kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran Karya Lukisan Perca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;True Color (Warna Asli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Jumlah Karya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70 Karya Lukis Kain Perca &amp;amp; 20 Lukisan Drawing (Digital Printing) karya Firman Djamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Peserta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siswi-siswa Kelas II, SMP Negeri 24 Makassar&lt;br /&gt;- Firman Djamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memotivasi Kegairahan Belajar Senirupa Siswi-siswa&lt;br /&gt;2. Inovasi Kegiatan Pembelajaran Seni bagi siswi-siswa&lt;br /&gt;3. Pendidikan Lingkungan Hidup bagi Siswi-siswa&lt;br /&gt;4. Memberi Ruang Apresiasi dan Mengenalkan ke Publik Kegiatan Senirupa Siswi-siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09.00 wita  17-21 November 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Pameran Komunitas Ininnawa (Lantai II)&lt;br /&gt;Jl Perintis Kemerdekaan Km-9 No76 Makassar 90245&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Tim Penyelenggara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Ininnawa (&lt;a href="http://www.ininnawa.org/"&gt;www.ininnawa.org&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Panyingkul! (&lt;a href="http://www.panyingkul.com/"&gt;www.panyingkul.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Rumah Kaum Muda&lt;br /&gt;Tanahindie Project&lt;br /&gt;Tendakata&lt;br /&gt;Sombaopu Studio &amp;amp; Gallery&lt;br /&gt;Studio 24 SMP Negeri 24 Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Contact Person&lt;br /&gt;Anwar J Rachman  0411-2357627; 081-342-398-338&lt;br /&gt;Ni Nyoman Anna M  08164383583&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-6929090183673192437?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/6929090183673192437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=6929090183673192437' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/6929090183673192437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/6929090183673192437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/11/pameran-karya-senirupa-smpn-24-makassar.html' title='Pameran Karya Senirupa SMPN 24 Makassar'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-6590588324136237991</id><published>2007-10-21T18:27:00.000+09:00</published><updated>2007-10-21T19:00:49.991+09:00</updated><title type='text'>Poors in Japan, Richs in Indonesia</title><content type='html'>Ini bukan cerita tentang sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, di Jepang ada orang Jepang yang meninggal dunia karena kelaparan. Menurut data tahun 2003, jumlah orang yang mati kelaparan adalah 93 orang, terdiri dari laki-laki 73 orang dan perempuan 20 orang. Usia mereka sekitar 45-69 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, sesudah dipecat dari tempat kerja, mereka sulit mencari kerja dan terpaksa pinjam uang dari rentenir dengan bunga tinggi. Tentu susah mengembalikan utang jika tetap menganggur. Debt collector sering datang dan mengancam pada peminjam uang. Akhirnya... bisa saja bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, pemerintah mempunyai sistem perlindungan kehidupan sehari-hari untuk yang tidak mampu (sistem livelihood protection). Namun, tujuan sistem ini merupakan kemandirian penggangur, maka pemerintah meminta agar penggangur berusaha mencari kerja secepat mungkin. Memang banyak "penggangur" memanfaatkan dan menyalahgunakan sistem ini untuk memanjakan diri. Maka, pemohon sistem ini selalu dicuriga oleh aparat pemerintah. Sebagian pemohon sering dimarah dan terima kata-kata kotor dari aparat pemerintah. Akhirnya, pemohon memaksakan diri menyatakan "tidak perlu livelihood protection (tidak perlu terima bantuan uang hidup)". Ucapan ini dianggap oleh aparat bahwa pemohon ini sudah siap  mandiri.  Akhirnya,  pemohon  mati lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya masih hidup selama 10 hari tanpa makan apa-apa. Tapi ingin makan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;onigiri&lt;/span&gt; (rice ball)". Ini adalah kata-kata terakhir sebelum seorang penggangur meninggal dunia karena kelaparan. Bantuan uang hidup dari sistem livelihood protection dari pemerintah untuk dia dihentikan tiga hari sebelum meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kesejahteraan di Jepang dianggap mapan dan menjadi contoh untuk negara lain. Tetapi, pemaksaan kemandirian yang cepat mendorong kesulitan orang lemah yang tidak punya uang dan terpaksa tidak bisa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ini bukan fenomena umum di Jepang dan secara rata-rata Jepang dianggap sebagai negara kaya. Namun, ini realita: di Jepang ada orang yang meninggal dunia karena kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam liburan lebaran ini, saya melihat banyak rombongan orang Indonesia datang ke Jepang untuk jalan-jalan pariwisata. Mereka menikmati Universal Studio Japan, Disney Land, and Disney Sea. Ongkos perjalanan ini dari Indonesia ditaksirkan sekitar 2000 USD per orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali anak-anak. Mereka merasa wajar perjalanan mewah ini dan sulit peduli terhadap masalah ketimpangan pendapatan antara yang mampu dan yang tidak mampu, yang makin lebar, di Indonesia. Tentu, menurut saya, mereka-mereka yang enjoy di Jepang termasuk kalangan kaya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kemiskinan beberapa orang Jepang dan fenomena orang kaya Indonesia. Betul, ini bukan fenomena umum. Tetapi ini fenomena nyata. Dekotomi atau pandangan umum, seperti  Jepang kaya dan Indonesia miskin,  belum tentu  berguna untuk memecahkan masalah. Harus mulai dari berbagai realita dan fakta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-6590588324136237991?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/6590588324136237991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=6590588324136237991' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/6590588324136237991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/6590588324136237991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/10/poors-in-japan-richs-in-indonesia.html' title='Poors in Japan, Richs in Indonesia'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-4417097738771275838</id><published>2007-10-12T08:50:00.000+09:00</published><updated>2007-10-12T08:52:47.437+09:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1428 H</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 Syawal 1428 H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mohon Maaf Lahir dan Batin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-4417097738771275838?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/4417097738771275838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=4417097738771275838' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/4417097738771275838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/4417097738771275838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/10/selamat-idul-fitri-1428-h.html' title='Selamat Idul Fitri 1428 H'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-3630876892244728028</id><published>2007-10-05T01:51:00.000+09:00</published><updated>2007-10-05T02:07:03.965+09:00</updated><title type='text'>Makan Bersama di SD dan "Shokuiku"</title><content type='html'>Di Jepang, kami selalu makan siang bersama (disebut "Kyuushoku") pada waktu SD setiap hari. Makanannya disiapkan oleh beberapa aparat pemasak yang memunuhi syarat standar gizi untuk anak sekolah. Dengan "Kyuushoku" ini, semua anaknya makan makanan yang sama, baik anak orang kaya maupun anak orang yang tak mampu secara ekonomis. Gizinya telah diperhitungkan dengan kandungan vitamin, protein, dan lain-lainnya. "Kyuushoku" ini sangat membantu untuk membuat anak-anak yang sehat dan  bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan "Kyuushoku" ini, orang tua anak dan anaknya sendiri belajar tentang gizi dan makanan sehat. Maka, "Kyuushoku" sendiri mempunyai arti pendidikan gizi dan makanan sehat. Saat ini, istilah "Shokuiku" menjadi sangat populer di Jepang. "Shokuiku" adalah pendidikan tentang makanan, artinya belajar tentang makanan sehat dan aman yang menciptakan kehidupan sehat untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada artikel tentang "Kyuushoku" dan "Shokuiku" yang berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2007/10/04/Hiburan/hib08.htm"&gt;Menumbuhkan Pola Makan Sehat Sejak Kecil&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-3630876892244728028?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/3630876892244728028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=3630876892244728028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/3630876892244728028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/3630876892244728028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/10/makan-bersama-di-sd-dan-shokuiku.html' title='Makan Bersama di SD dan &quot;Shokuiku&quot;'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-7457661692628417465</id><published>2007-10-03T10:27:00.000+09:00</published><updated>2007-10-03T10:31:01.745+09:00</updated><title type='text'>My Photo Page (New)</title><content type='html'>Because Yahoo! Photo page is closed, My Photo site moves to Flickr as follows:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/67932947@N00/"&gt;My Photo Page (New)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please enjoy my photos on Sulawesi and East Indonesia and welcome your comments in Flickr site.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-7457661692628417465?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/7457661692628417465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=7457661692628417465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/7457661692628417465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/7457661692628417465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/10/my-photo-page-new.html' title='My Photo Page (New)'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-4723739834999081598</id><published>2007-06-28T22:11:00.000+09:00</published><updated>2007-06-28T23:01:00.694+09:00</updated><title type='text'>Air Banjir tetapi Tidak Ada Air</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RoO-yjs6GLI/AAAAAAAAAD0/knKQjM3BxYM/s1600-h/DSCF4516_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081114580390385842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RoO-yjs6GLI/AAAAAAAAAD0/knKQjM3BxYM/s200/DSCF4516_320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Gara-gara pekerjaan pelebaran jalan di depan rumah saya pada tanggal 26 Juni 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Jalan Perintis Kemerdekaan akan diperlebar dari 4 jalur ke 8 jalur bersama busway seperti yang ada di Jakarta. Pada malam hari sekitar jam 23:00, tanggal 26 Juni 2007, air PAM tiba-tiba tak mengalir lagi. B elakangan kami tahu bahwa pipa air sambungan antara rumah dan pipa air PAM patah dan rusak karena kerja malam pelebaran jalan tersebut. Pipa air yang patah dibiarkan begitu saja. Akibatnya, kami terpaksa menerima kehidupan tanpa air.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Indonesia memang luar biasa. Gali dulu, baru ketahuan ada pipa air. Mengapa tidak pikir dulu ada pipa air di tempat ini. Apalagi, kami belum menerima penjelasan tentang peristiwa ini dari pihak pekerja pelebaran jalan. Pihak pekerja tidak muncul lagi ke sekitar rumah saya. Seolah-olah lari tanpa pertanggungjawaban. Begitu hebat cara kerja orang Indonesia! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bukan pipa airnya patah saja. Dalam pekerjaannya, saluran buangan air lama yang ada di pinggir jalan raya ditutup tanpa pembuatan saluran buangan air yang baru. Kebetulan, kemarin hujannya begitu besar. Akibatnya, air hujan yang mestinya dialirkan ke saluran buangan air tidak keluar dari halaman rumah dan kami mengalami banjir air. Karena tidak ada lagi saluran buangan air yang ditutupi oleh pekerja pelebaran jalan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RoO-jTs6GKI/AAAAAAAAADs/-bdslhW2vJY/s1600-h/DSCF4524_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081114318397380770" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RoO-jTs6GKI/AAAAAAAAADs/-bdslhW2vJY/s200/DSCF4524_320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Air banjir tetapi tidak ada air PAM di rumah. Semuanya gala-gala ada pekerjaan pelebaran jalan yang sangat amateur dan tidak bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, saya menyadari dengan dengar bahwa warga sekitar kami mengalami nasib yang hampir sama. Pipa air mereka juga dirusak tanpa penjelasan dan minta maaf dari pihak pekerja pelebaran jalan. Ada juga warga yang terpaksa beli gerigen air untuk keperluan setiap hari. Mereka belum tahu kepada siapa dan bagaimana caranya untuk mengadu nasibnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya heran juga mengapa mereka diam dan menerima nasib buruk dengan begitu saja. Saya memutuskan mencoba teriak kepada yang bersangkutan. Artinya, bikin surat ditujukan kepada Pimpro Pelebaran Jalan di Dinas Praswil Prop Sulawesi Selatan. Kontak dengan kantor lurah dan kantor camat meskipun saya tidak mengaharapkan banya dari mereka tetapi ingin melaporkan sebagai warga yang baik. Kontak dengan kantor PAM. Tanya kepada teman-teman tentang cara penyelesaian masalah dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada tanggal 28 Juni 2007, saya menerima informasi bahwa Pimpro pelebaran jalan memerintah segera gali kembali dan akan kirim konsultan untuk meninjau situasi. Seolah-olah dia peduli terhadap keadaan kami yang mengalami. Namun, sampai malam harinya, tindak lanjut yang diperintahkan oleh Pimpro sama sekali tidak dilaksanakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang datang adalah petugas lapangan PAM. Saya langsung mampir ke kantor PAM dan minta dia datang. Dia janji rehabilitasi pipa air hari ini dan sorenya dia berhasil sambung kembali pipa air ke rumah saya dengan pipa PAM. Karena ingin secepat mungkin diselesaikan, saya bayar ongkosnya, padahal mestinya perusak pipa air, maksudnya pekerja pelebaran jalan, yang harus menanggung biayanya! &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Air banjir di halaman rumah tidak surut maka saya memutuskan beli pompa air listrik. Dengan pompa itu, airnya dapat dialirkan ke luar rumah biarpun tidak ada saluran buangan air di depan rumah saya. Apa boleh buat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini contoh yang kecil mungkin. Kesalahan baik sengaja atau tidak sengaja tidak dikemukakan karena warga hanya diam. Kali ini saya juga berada di posisi warga seperti itu tetapi tidak mau diam dengan peristiwa yang mestinya tidak boleh terjadi. Jangan manjakan kerja-kerja amateur seperti pekerja pelebaran jalan ini. Seandainya peristiwa serupa ini terjadi di rumah pejabat, apakah perlakuannya sama dengan warga di sini? Ayo, jawablah petinggi-petinggi Indonesia. Demokrasi mestinya tidak kenal perbedaan antara kelas atas dan kelas bawah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meskipun demikian, apakah saya harus menyesuaikan diri dan lebih baik diam saja? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam kesempatan kali ini, saya merasa juga banyak orang rupanya sangat peduli terhadap kami tetapi sekaligus juga jadi bahan cerita-cerita lucu dan ketawa seolah-olah hanya sekedar tontonan. Saya harus lebih pintar mana orang yang benar-benar peduli dan mana yang hanya pura-pura.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-4723739834999081598?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/4723739834999081598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=4723739834999081598' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/4723739834999081598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/4723739834999081598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/06/air-banjir-tetapi-tidak-ada-air.html' title='Air Banjir tetapi Tidak Ada Air'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RoO-yjs6GLI/AAAAAAAAAD0/knKQjM3BxYM/s72-c/DSCF4516_320.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-7922328996539132913</id><published>2007-04-10T01:20:00.001+09:00</published><updated>2007-07-02T08:43:52.840+09:00</updated><title type='text'>Severn Suzuki's Address di KTT Bumi</title><content type='html'>Ini adalah ceramah seorang anak berusia 12 tahun di KTT Bumi tahun 1992 di Rio Centro, Brazil. Ceramah ini disambut luar biasa oleh audience dengan standing ovation. Kita harus mendengar ceramah ini dan harus melakukan sesuatu dengan aksi nyata sebagai orang dewasa yang bertanggungjawab untuk masa depan generasi penerusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jp.youtube.com/watch?v=uZsDliXzyAY"&gt;Gambar Video&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Severn Suzuki's Address to the Plenary Session, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Earth Summit, Rio Centro, Brazil 1992&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hello, I'm Severn Suzuki speaking for E.C.O. - The Environmental Children's organisation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are a group of twelve and thirteen-year-olds from Canada trying to make a difference:&lt;br /&gt;Vanessa Suttie, Morgan Geisler, Michelle Quigg and me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We raised all the money ourselves to come six thousand miles to tell you adults you must change your ways. Coming here today, I have no hidden agenda. I am fighting for my future.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Losing my future is not like losing an election or a few points on the stock market. I am here to speak for all generations to come.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am here to speak on behalf of the starving children around the world whose cries go unheard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am here to speak for the countless animals dying across this planet because they have nowhere left to go. We cannot afford to be not heard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am afraid to go out in the sun now because of the holes in the ozone. I am afraid to breathe the air because I don't know what chemicals are in it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I used to go fishing in Vancouver with my dad until just a few years ago we found the fish full of cancers. And now we hear about animals and plants going exinct every day - vanishing forever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my life, I have dreamt of seeing the great herds of wild animals, jungles and rainforests full of birds and butterfilies, but now I wonder if they will even exist for my children to see.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Did you have to worry about these little things when you were my age?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All this is happening before our eyes and yet we act as if we have all the time we want and all the solutions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm only a child and I don't have all the solutions, but I want you to realise, neither do you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You don't know how to fix the holes in our ozone layer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You don't know how to bring salmon back up a dead stream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You don't know how to bring back an animal now extinct.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And you can't bring back forests that once grew where there is now desert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you don't know how to fix it, please stop breaking it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here, you may be delegates of your governments, business people, organisers, reporters or poiticians - but really you are mothers and fathers, brothers and sister, aunts and uncles - and all of you are somebody's child.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm only a child yet I know we are all part of a family, five billion strong, in fact, 30 million species strong and we all share the same air, water and soil - borders and governments will never change that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm only a child yet I know we are all in this together and should act as one single world towards one single goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my anger, I am not blind, and in my fear, I am not afraid to tell the world how I feel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my country, we make so much waste, we buy and throw away, buy and htrow away, and yet northern countries will not share with the needy. Even when we have more than enough, we are afraid to lose some of our wealth, afraid to share.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Canada, we live the privileged life, with plenty of food, water and shelter - we have watches, bicycles, computers and television sets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two days ago here in Brazil, we were shocked when we spent some time with some children living on the streets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And this is what one child told us: "I wish I was rich and if I were, I would give all the street children food, clothes, medicine, shelter and love and affection."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If a child on the street who has nothing, is willing to share, why are we who have everyting still so greedy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can't stop thinking that these children are my age, that it makes a tremendous difference where you are born, that I could be one of those children living in the Favellas of Rio; I could be a child starving in Somalia; a victim of war in the Middle East or a beggar in India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm only a child yet I know if all the money spent on war was spent on ending poverty and finding environmental answers, what a wonderful place this earth would be!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At school, even in kindergarten, you teach us to behave in the world. You teach us:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- not to fight with others,&lt;br /&gt;- to work things out,&lt;br /&gt;- to respect others,&lt;br /&gt;- to clean up our mess,&lt;br /&gt;- not to hurt other creatures&lt;br /&gt;- to share - not be greedy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then why do you go out and do the things you tell us not to do?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not forget why you're attending these conferences, who you're doing this for - we are your own children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are deciding what kind of world we will grow up in. Parents should be able to comfort their children by saying "everyting's going to be alright', "we're doing the best we can" and "it's not the end of the world".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I don't think you can say that to us anymore. Are we even on your list of priorities? My father always says "You are what you do, not what you say."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, what you do makes me cry at night. you grown ups say you love us. I challenge you, please make your actions reflect your words. Thank you for listening.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-7922328996539132913?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/7922328996539132913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=7922328996539132913' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/7922328996539132913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/7922328996539132913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/04/severn-suzukis-address-di-ktt-bumi_10.html' title='Severn Suzuki&apos;s Address di KTT Bumi'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-6868226954643493934</id><published>2007-03-23T18:56:00.000+09:00</published><updated>2007-03-23T20:19:34.238+09:00</updated><title type='text'>Salam dari Visakhapatnam</title><content type='html'>Saya sedang berada di kota Visakhapatnam (atau singkatnya Vizag), Andra Pradesh State di India sejak tanggal 18 Maret sampai 24 Maret besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgOorsECHkI/AAAAAAAAABw/oTDHTuKqeko/s1600-h/070319-0022_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045061476101004866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgOorsECHkI/AAAAAAAAABw/oTDHTuKqeko/s200/070319-0022_320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Visakhapatnam berlokasi di pinggir pantai dan Pangkalan Angkatan Laut India Bagian Timur berada di kota ini. Penduduknya sekitar 1,3 juta orang dan berdasar dari industri berat seperti industri besi baja (Visakhapatnam Steel Plant), perkapalan (Hindustan Shipyard), petrochemical (Hindustan Petroleum Corporation Limited), atau industri minuman susu (Visakha Dairy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibukota Andra Pradesh State bukan Visakhapatnam melainkan Hiderabad. Bahasa utama di sini adalah Bahasa Telugu (maaf, saya baru tahu kali ini) yang digunakan sekitar 70 juta orang di India. Huruf Bahasa Telugu adalah seperti yang berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045059143933763090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 312px; CURSOR: hand; HEIGHT: 224px; TEXT-ALIGN: center" height="204" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgOmj8ECHhI/AAAAAAAAABY/PZHoW1HPsQ0/s320/DSCF3238_320.JPG" width="277" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgOoEsECHiI/AAAAAAAAABg/tmCnI3l-10w/s1600-h/070319-0012_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045060806086106658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgOoEsECHiI/AAAAAAAAABg/tmCnI3l-10w/s200/070319-0012_320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebetulnya, saya baru mulai bisa membedakan antara huruf Hindi, huruf Tamil dan huruf Telugu. Tentu tidak bisa baca. Di India, setiap State mempunyai Bahasa dan huruf masing-masing. Maka, untuk komunikasi antara masyarakat, tentu sangat penting Bahasa Inggris. Saya melihat banya sekali DVD Film India berbahasa Telugu yang bervariasi, selain film berbahasa Hindi dan yang berbahasa Tamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visakhapatnam dianggap kota industri dan jarang diakui sebagai tujuan wisata. Namun, bersama rekan saya orang Jepang yang bertugas di sini, saya mencoba jalan-jalan beberapa obyek wisata lokal. Ternyata, obyek wisata kelihatannya disenangi oleh masyarakat lokal. Namun ada DVD perkenalan obyek wisata Visakhapatnam yang cukup lengkap (namun kebanyakan kuil-kuil Hindu...). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgOoS8ECHjI/AAAAAAAAABo/BlepcIZjzKc/s1600-h/070319-0017_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045061050899242546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgOoS8ECHjI/AAAAAAAAABo/BlepcIZjzKc/s200/070319-0017_320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasar Poorna di kota lama Visakhapatnam. Bumbu-bumbu warna-warni tersedia karena untuk Hari Raya Ugadi (19 Maret, kayaknya seperti Nyepi di Indonesia). Jumlah penggunjung ke pasar pada hari itu (19 Maret), menurutnya, agak sedikit dibandingkan hari-hari biasa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di kota baru Visakhapatnam, terlihat pantai indah panjang yang menghadapi Teluk Bengal. Ada juga museum Submarine yang pernah dipakai waktu Perang India-Pakistan. Di pingir pantai, banyak bangunan apartemen dibangun selama 4-5 tahun ini bersama patung-patung pahlawan yang berasal dari Andra Pradesh ke arah laut. Karena itu, harga tanah sekitar pinggir pantai naik terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgO1NMECHtI/AAAAAAAAAC4/0zAmDBfJk8s/s1600-h/070319-0053_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045075245766155986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgO1NMECHtI/AAAAAAAAAC4/0zAmDBfJk8s/s200/070319-0053_320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesan saya, kota Visakhapatnam ini dibangun berdasar perencanaan tata ruang kota yang cukup memadai. Jalannya cukup luas, zonasi pemukiman dan pabrikan sangat jelas. Kota yang cukup indah dan luas dan nyaman. Memang, kota ini asalnya dari suatu desa nelayan. Tiba-tiba pangkaran Angkatan Laut ditempatkan, lalu industri terkait berlokasi, dan kotanya makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgO1Z8ECHuI/AAAAAAAAADA/qw1vRYhxDGs/s1600-h/070319-0079_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045075464809488098" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgO1Z8ECHuI/AAAAAAAAADA/qw1vRYhxDGs/s200/070319-0079_320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut teman saya orang Jepang di Visakhapatnam, aparat pemerintah India bagian selatan, terutama aparat di Tamil Nadu dan Andra Pradesh, disiplinnya cukup tinggi. Mereka pasti masuk kantor pemerintah dan ada tugas sehari-hari. Sulit bsekali bikin appointment dengan pejabat pemerintah State-Statenya karena mereka sibuk. Memang birokrasi dimana-mana tidak efisien, namun pemerintah disini selalu dan pasti melakukan apa yang sudah dijanjikan meskipun makan waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgO1m8ECHvI/AAAAAAAAADI/bUcraorKQsc/s1600-h/070319-0098_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5045075688147787506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgO1m8ECHvI/AAAAAAAAADI/bUcraorKQsc/s200/070319-0098_320.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di India, upaya pembangunan daerah dilakukan oleh mereka sendiri tanpa bantuan luar negeri. Mereka mengurus urusan rumah tangga sendiri dan tidak mau dicampuri oleh pihak luar termasuk Pemerintah India Pusat. Saya merasa ada suasana agak tensi atau tegang (dengan arti yang baik dan positif) dalam kota. Tidak too much relaxed seperti di Indonesia. Sistem kasta di India masih sangat ketat. Semua orang kayaknya sungguh-sungguh dan serius untuk hidup. Tidak begitu kaya sumber daya alam di India dibandingkan Indonesia. Itulah memunculkan suasana tidak terlalu tenang seperti ini di India.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-6868226954643493934?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/6868226954643493934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=6868226954643493934' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/6868226954643493934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/6868226954643493934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/03/salam-dari-visakhapatnam.html' title='Salam dari Visakhapatnam'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RgOorsECHkI/AAAAAAAAABw/oTDHTuKqeko/s72-c/070319-0022_320.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-4446728615870244740</id><published>2007-02-11T01:37:00.000+09:00</published><updated>2007-02-10T17:56:00.387+09:00</updated><title type='text'>Banjar di Lombok</title><content type='html'>Pada tanggal 5-8 Februari lalu, saya jalan-jalan ke Lombok untuk menyaksikan Nyale. Dalam perjalanan ini, saya bertemu beberapa aktivis LSM di sana. Salah seorang akitivis, Bapak Moch. Yamin, menjelaskan kegiatannya revitalisasi Banjar di dusun-dusun di Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjar, tempat komunitas dusun, telah terkenal di Bali dan fungsinya tidak lenyap waktu Orde Baru pun. Di Lombok, Banjar dianggap sebagai tempat pesta perkawinan, pemakaman, dan sunatan. Kelompoknya Pak Yamin sedang berusaha menempatkan Banjar sebagai tempat pergaulan dan saling belajar antara anggota komunitas sekaligus pusat informasi untuk komunitas. Untuk meningkatkan akses informasi oleh masyarakat, Pak Yamin dkk mencoba menerapkan perpustakaan kecil dan fasilitas internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah artikel Bali Post pada 24 Januari 2004 mengenai Banjar di Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjar di Lombok ---Tak Cuma Untuk ''Mate'' dan ''Merariq''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjar di Lombok sudah mucul sejak ratusan tahun yang lalu. Namun, ketika UU No.5/1974 dan UU No.5/1979 tentang Pemerintahan Desa diberlakukan, hampir seluruh kreativitas lokal yang mewarnai kebhinekaan ''dimatikan'' dan terlibas oleh uniformitas konsep desa ala Jakarta. Kini, seiring era keterbukaan, akar tradisional yang sarat spirit kebersamaan itu tumbuh lagi. Ternyata, fungsinya pun makin melebar tidak saja sebagai banjar merariq dan banjar mate. Ada fungsi-fungsi lain yang berkembang melalui aktivitas banjar.&lt;br /&gt;---------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi masyarakat Sasak, dikenal istilah repoq atau wilayah pemukiman terkecil yang terdiri atas beberapa keluarga yang terikat secara genealogis. Latar belakang terbentuknya repoq di antaranya karena dorongan keinginan seseorang untuk lebih mendekatkan diri dengan sarana produksi yang mereka miliki seperti sawah, ladang atau kebun. Lokasi repoq seringkali jauh dari pemukiman asal, bahkan cenderung terpencil. Namun, dalam kaitan hubungan sosial kemasyarakatan, penghuni repoq masih terikat dengan komunitas asal. Ketika jumlah keluarga yang menghuni wilayah repoq kian bertambah mencapai puluhan orang -- hingga terlalu besar untuk sebuah repoq. Inilah awal mula kelahiran yang oleh masyarakat Sasak disebut sebagai gubuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wilayah komunitas ini kemudian tersusun perangkat sosial yang menata norma, etika, keorganisasian dan kepemimpinan, yang memunculkan istilah krama gubuk -- sebuah pola kepemimpinan kolektif yang biasa dipilih secara demokratis. Dalam tataran gubuk inilah institusi sosial pedesaan masyarakat hidup dengan nama banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budayawan M.Yamin mengemukakan konsep banjar dalam komunitas Sasak merupakan bentuk persekutuan komunitas kecil dan terbatas yang di dalamnya berlangsung beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan. "Sebagai sebuah persekutuan, maka sebuah banjar pada awalnya memiliki anggota yang keanggotaannya ditentukan berdasarkan semua warga yang ada dalam lingkup wilayah sebuah gubuk dan yang secara genealogis satu keturunan," papar Yamin. Kegiatan banjar dalam komunitas Sasak lebih mengarah pada aktivitas yang terkait dengan siklus kehidupan -- perkawinan dan kematian. "Fokus kegiatan banjar yang hanya terbatas seperti inilah yang melahirkan terminologi banjar merariq (banjar perkawinan) dan banjar mate (banjar kematian)," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah persekutuan, di dalam banjar terdapat hal menarik yang membuat setiap anggotanya secara spontan dan bersama-sama membangun solidaritas sosial dan kebersamaan. Masalah yang dihadapi seorang anggota, misalnya, menjadi masalah semua anggota banjar. Karena itulah, muncul kebersamaan lain, tidak hanya dalam penanganan masalah perkawinan dan kematian, melainkan meluas dalam bidang kesehatan, lingkungan hidup, kesejahteraan, gender dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dan 'Bawaran''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mengintrodusir makna kebersamaan dalam menghadapi tantangan yang lebih bernilai investasi dan strategis menjadi wacara banjar di Lombok. Tidak sedikit kemudian banjar yang secara bersama-sama membangun kekuatan ekonomi untuk kelangsungan biaya pendidikan, dan membebaskan diri dari rentenir atau lintah darat. Kesadaran ini terefleksi dari usaha simpan pinjam yang dapat dimanfaatkan anggota untuk mengatasi kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemusungan Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Barat, Kamardi, mengatakan di kawasan masyarakat adat Lombok Utara, upaya ke arah itu sudah lama dilakukan. Anggota banjar melakukan iuran dan memelihara ternak sapi. Hasilnya, menjadi beasiswa anak-anak untuk bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi, baik SMA maupun perguruan tinggi. "Dalam soal beasiswa ini, tidak dibatasi bagi anak yang cerdas, melainkan berorientasi bagi masyarakat banjar yang kurang mampu," kata Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan langkah yang dilakukan Banjar Tekatan, Desa Jenggala. Dengan jumlah anggota banjar yang mencapai ratusan warga, hampir segala kesulitan warga bisa teratasi akibat adanya spirit kebersamaan. Karena itu, menurut Kamardi, banjar sebetulnya menjadi sebuah jawaban kebersamaan bagi warga masyarakat -- terlebih bagi warga pedesaan yang dibelit berbagai kesulitan. "Tanpa diminta, jika ada warga yang melakukan gawe tertentu, warga banjar sudah berdatangan dengan sendirinya," jelas Kamardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bentek sendiri terdapat 17 banjar yang justru sangat berperan dalam membangun kesejahteraan bersama. Hal serupa pun dilakukan di Banjar Banjaransari, Gubuk Mujur, Desa Montongbetok, Kecamatan Montonggaging, Kabupaten Lombok Timur, dan Banjar Temolan, Gubuk Grumpung, Desa Sepit, Kecamatan Ketuak, Lombok Timur. Khususnya di Lombok Timur, kedua banjar itu belum dilengkapi balai banjar. Untuk berkumpul, kata Yamin, setiap warga menjadi tuan rumah secara bergiliran. Nilai positifnya justru warga yang tidak pernah atau jarang ke rumah tetangganya, setiap bulan bisa saling mengunjungi. Namun, tentu saja dengan adanya balai banjar lebih memungkinkan pergerakan banjar lebih meluas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan banjar di Lombok ternyata membangun kebersamaan dalam beragam hal. Acap kali, misalnya, anak-anak dididik tentang nilai dasar kemanusiaan melalui bawaran atau mendongeng, nembang, mengaji hingga pemberdayaan orangtua seputar peningkatan wawasan masalah kesehatan. Ke depan, katanya, keberadaan banjar hendaklah lebih dikuatkan oleh partisipasi pemerintah dengan tidak mengabaikannya. "Pemerintah jangan lagi membangun istitusi baru untuk memberdayakan masyarakat, sebab banjar sudah bisa dimanfaatkan untuk segala kebutuhan yang menyentuh masyarakat akar rumput," ucap Yamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal positif yang bisa dipetik dari banjar, misalnya gerakan pemberdayaan masyarakat desa oleh pemerintah, LSM dan lembaga lainnya menjadi lebih efisien dan menyentuh kelompok akar rumput. Peran banjar pun terkait dengan fungsi kontrol perilaku pemimpin pada levelnya. Sebagai contoh, keputusan Banjar Temolan beberapa waktu lalu dalam melengserkan ketua RT di wilayahnya karena diketahui yang bersangkutan melakukan penyimpangan distribusi bantuan beras untuk rakyat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata Yamin, banjar di Lombok berfungsi sebagai pelestari warisan budaya. Misalnya menjadi pengelola berbagai jenis kesenian tradisional seperti gendang beleq, rebana lima, nembang (membaca lontar), kepembayunan, dan lain-lain. Bahkan, karena fungsi pelestari budaya ini Banjar Banjaransari telah meraih penghargaan dari Gubernur NTB 17 Desember 2002 dalam kapasitasnya sebagai institusi pelestari seni budaya tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* riyanto rabbah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2004/1/24/topik.html"&gt;http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2004/1/24/topik.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-4446728615870244740?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/4446728615870244740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=4446728615870244740' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/4446728615870244740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/4446728615870244740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/02/banjar-di-lombok.html' title='Banjar di Lombok'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-4458516671300805282</id><published>2007-02-03T08:59:00.000+09:00</published><updated>2007-02-03T09:02:44.134+09:00</updated><title type='text'>Film "Bankir Kaum Papa"</title><content type='html'>Ada info tentang pemutaran film tentang Muhammad Yunus, pendiri "Grammin Bank".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak teman-teman untuk datang dalam pemutaran dandiskusi film:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Banguier Des Humbles (Bankir Kaum Papa), sebuahkarya Arham Amirul, berdurasi 52 menit, produksi tahun2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat: Kafe Ininnawa, Jln Perintis Kemerdekaan Km 9 No  76, depan Gedung Mercedes Benz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu : 3 Februari 2007, Pkl 19:00 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tentang film: Film berdurasi 52 menit inibertutur tentang Muhammad Yunus, yang terkenal denganjulukan "bankir kaum papa".  Ia mulai berjuangmemerangi kemiskinan saat bencana kelaparan melandaBangladesh pada 1974. Tahun 1976 ia mendirikan GrameenBank dan mengawali misinya dengan memberikan pinjamanUS$ 27 kepada beberapa penduduk desa untukmenyelamatkan mereka dari jeratan lintah darat. Selain sebagai seorang guru besar ekonomi, ia jugadipandang sebagai salah satu pengembang utama konsep"kredit mikro". Kredit diberikan kepada para pengusahayang terlalu miskin untuk memenuhi syarat meminjam dibank-bank tradisional. Para peminjam memanfaatkan danapinjaman itu untuk membeli alat usaha, memutus rantaiperantara, dan mentransformasi hidup mereka menjadimandiri.  Tahun 2006 lalu, Muhammad Yunus diganjarhadiah Nobel Perdamaian, tepat 30 tahun setelahGrameen Bank ia dirikan. Dengan kameranya yang jeli dan tajam, Arham Amirulmengikuti aktifitas Yunus sampai ke pelosok Bangladeshdan merampungkan film dokumenter tersebut pada tahun2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tentang sutradara:  Arham Amirul adalahseorang Bangladesh berkebangsaan Prancis.  Selainbekerja sebagai sutradara film dokumenter, Arham jugamenulis puisi dan tulisan-tulisan fiksi lainnya.  Filmdokumenter mutakhirnya adalah L'Eau Du Diable (AirSetan) produksi tahun 2005, berkisah tentang salahsatu  keracunan massal terbesar dalam sejarah manusiayang terjadi di Bengali Barat dan Bangladesh dimanaribuan orang menderita akibat mengkonsumsi air yangdiambil dari sumber yang mengandung arsenik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For Your Information:  Diskusi akan diadakan setelahpemutaran tanpa pembicara utama, tapi tetap dipanduoleh moderator.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-4458516671300805282?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/4458516671300805282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=4458516671300805282' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/4458516671300805282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/4458516671300805282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/02/film-bankir-kaum-papa.html' title='Film &quot;Bankir Kaum Papa&quot;'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-1160028212921702598</id><published>2007-02-01T02:02:00.000+09:00</published><updated>2007-02-01T02:41:55.627+09:00</updated><title type='text'>Pentingnya "Tempat": Rehabilitasi Komunitas Pasca Gempa di Yogya</title><content type='html'>Pada tanggal 27-29 Januari 2007, saya sempat datang ke Yogyakarta untuk melihat keadaan rehabilitasi komunitas pasca bencana. Kebetulan ada teman saya yang sedang memikirkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengingat terus pengalaman bencana dan memperkecilkan beban traumanya. Awalnya kami meninjau ke Kab Kraten dan sekitarnya. Bangunan-bangunan pinggir jalan terlihat dibangun kembali, apalagi terlihat bangunan SD dan Puskesmas yang baru dan bagus yang dibantu oleh lembaga donatur. Namun, ada juga yang belum dibangun kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDMRj1IsUI/AAAAAAAAAAc/AvjyNZd0CRE/s1600-h/DSCF2408_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5026241786193424706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 167px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" height="123" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDMRj1IsUI/AAAAAAAAAAc/AvjyNZd0CRE/s200/DSCF2408_320.JPG" width="161" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDNXz1IsVI/AAAAAAAAAAk/rNSfI4MW25w/s1600-h/DSCF2394_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5026242993079234898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 179px; CURSOR: hand; HEIGHT: 129px" height="124" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDNXz1IsVI/AAAAAAAAAAk/rNSfI4MW25w/s200/DSCF2394_320.JPG" width="178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut teman saya, kalau dibandingkan empat bulan yang lalu yang dia datang terakhir daerah ini, rupanya ada banyak perbaikan. Salah satunya ada poster tentang cara membangun rumah tahan gempa secara rinci. Ada juga contoh rumah tahan gempa di dalam lingkungan kantor camat Gantiwarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDOXj1IsXI/AAAAAAAAAA0/lLlOo6zM6xo/s1600-h/DSCF2378_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5026244088295895410" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 187px; CURSOR: hand; HEIGHT: 145px" height="137" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDOXj1IsXI/AAAAAAAAAA0/lLlOo6zM6xo/s200/DSCF2378_320.JPG" width="165" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sedangkan, di pasar, menurut seorang pedagang, sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah. Saya melihat ada tenda yang disebut "bantuan dari Departemen Perdagangan", namun tidak terpakai.&lt;/p&gt;Pada hari kedua, kami meninjau wilayah Kab Bantul dan kunjungi ke Kasongan yang terkenal sebagai pusat produksi gerabah. Secara umum, bangunan-bangunan telah mulai dibangun kembali dan pesanan gerabah juga mulai pulih. Namun, para wisatawan belum datang ke Kasongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDQcj1IsYI/AAAAAAAAAA8/KPr4l2OfeTU/s1600-h/DSCF2519_320.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5026246373218496898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 166px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" height="133" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDQcj1IsYI/AAAAAAAAAA8/KPr4l2OfeTU/s200/DSCF2519_320.JPG" width="182" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di suatu desa di Bantul, saya melihat ada tempelan di jendera rumah, disebut "Layak Pakai". Ini adalah hasil evaluasi yang dilakukan oleh UGM agar dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi rumah masing-masing. Namun demikian, karena ditempel "Layak Pakai", maka rumah tersebut tidak bisa mendapat bantuan dari pemerintah. Memang tidak jelas pertanggungjawaban evaluasi tersebut baik untuk UGM maupun untuk pemerintah. Upaya berasal dari baik hati tetapi belum tentu akibatnya jadi seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil melihat puin-puin rumah yang sudah lama roboh, saya merasa pentingnya suatu "tempat" untuk terus ingat pengalaman bencana dan menceritrakan kepada generasi anak dan generasi cucu. Tempat tersebut boleh menjadi tempat yang masyarakat lari dan kumpul jika ada bencana untuk mengetahui apakah keluarga dan teman-temannya selamat atau tidak. Tempat ini boleh jadi semacam pekarangan yang ditanam bungga, sayur atau pohon yang bertumbuh agar masyarakat tetap memiliki suatu harapan masa depan dan mengecilkan rasa trauma yang masih berada di dalam hati. Atau, tempat ini boleh jadi tempat ngobrolan sehari-hari sambil minum kopi dan makan kue di dalam masyarakat. "Tempat" memberikan kesempatan komunikasi antara warga untuk membagi rasa dan pengalaman bencana yang begitu berdampak kepada kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya yang tinggal di Yogya ingin mewujudkan "tempat" seperti ini di komunitas. Ada yang bilang bahwa rasa gotong royong mulai hilang sesudah bantuan pemerintah masuk desa karena muncul kecemburuan antara warga yang dapat dan yang tidak dapat. Padahal, sesudah pas gempa, semua warga apa boleh buat saling membantu untuk mengatasi suasana segala susah. Apakah "tempat" ini dapat melestarikan kembali rasa komunitas sekaligus mengingatkan peristiwa bencana?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-1160028212921702598?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/1160028212921702598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=1160028212921702598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/1160028212921702598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/1160028212921702598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/02/pentingnya-tempat-rehabilitasi.html' title='Pentingnya &quot;Tempat&quot;: Rehabilitasi Komunitas Pasca Gempa di Yogya'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1Yi5OS5Uo80/RcDMRj1IsUI/AAAAAAAAAAc/AvjyNZd0CRE/s72-c/DSCF2408_320.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-2114013963671064191</id><published>2007-01-25T14:04:00.000+09:00</published><updated>2007-01-25T14:05:43.694+09:00</updated><title type='text'>Peluncuran “Ilmu Makassar”</title><content type='html'>Peluncuran “Ilmu Makassar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar adalah sebuah kota yang sangat menarik dan memiliki hal-hal aneh-aneh. Asal usul nama Makassar dari mana? Apa bedanya antara Makassar dan Gowa? Apakah Sultan Gowa dulu menyebut diri sebagai orang Makassar? Kapan makanan Coto Makassar muncul? Mengapa coto menggunakan daging sapi? Siapa yang membuat coto pertama kali? Mengapa orang Makassar memakai mi dan pi dalam percakapan? Mengapa angkutan kota Makassar disebut petepete? Berbagai pertanyaan tentang Makassar muncul terus-menerus. Pertanyaan tersebut belum terjawab secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terdengar bahwa budaya tradisional mulai hilang. Cerita rakyat tidak dikenal lagi oleh anak-anak. Masyarakat lebih senang menonton film Barat dan tidak mau memperhatikan musik kecapi tradisional. Apa yang diceritakan oleh generasi tua dianggap kuno dan diabaikan oleh generasi muda. Akar kita makin lama makin hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus globalisasi tidak muncul baru-baru ini. Sejak dulu masyarakat selalu berada di dalam berbagai arus perubahan. Tanpa akar dan jati diri yang mantap, masyarakat merasa tidak percaya diri dan lebih percaya pada apa yang datang dari luar. Ada juga masyarakat yang takut perubahan dan menutup diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar kota semua warga. Ada orang yang baik, aneh, lucu dan yang berbeda-beda suku, agama, atau warga negaranya di dalam lingkungan bernama Makassar. Mengenai Makassar ini, sampai sejauh manakah kita memahami dan mengetahuinya? Jika seseorang menarik, anda pasti ingin tahu sebanyak-banyaknya tentang dia, bukan? Apakah anda suka Makassar? Dan mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pencarian jawaban pertanyaan-pertanyaan tentang Makassar di atas, kita pasti baru tahu atau ingat kembali tentang berbagai hal. Dalam proses ini, kita sedikit demi sedikit meningkatkan rasa percaya diri dan rasa kebanggaan sebagai warga Makassar. Dengan demikian, kita akan lebih siap menghadapi arus deras globalisasi sambil menyesuaikan perubahan dengan inisiatif kita sendiri tanpa menutup diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini sebuah upaya untuk memahami diri sendiri. Inilah “Ilmu Lokal”, dan disini disebut “Ilmu Makassar”. Dengan suasana santai dan sambil makan coto atau pallubasa, mari kita belajar bersama tentang komunitas kita yang bernama Makassar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-2114013963671064191?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/2114013963671064191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=2114013963671064191' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/2114013963671064191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/2114013963671064191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/01/peluncuran-ilmu-makassar.html' title='Peluncuran “Ilmu Makassar”'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-116938047728174836</id><published>2007-01-21T20:22:00.000+09:00</published><updated>2007-01-21T20:54:37.333+09:00</updated><title type='text'>Kehormatan kepada Alam dan Ussul</title><content type='html'>Siang ini saya ketemu seorang teman saya yang melakakukan berbagai kegiatan untuk melestarikan budaya lokal Mandar. Ceritanya menarik sekali, terutama mengenai kehormatan kepada alam oleh nelayan di Sulawesi. Mengapa? Karena perilakunya sangat mirip dengan perilaku orang Jepang yang mengelola sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah Mandar, ikan terbang atau tuin-tuin yang bertelor disebut &lt;em&gt;Mara'dia&lt;/em&gt;, artinhya raja. Nelayan menganggap tuin-tuin sewaktu itu dianggap raja dan merasa seolah-olah bertemu dengan raja. Ini terlihat rasa syukur, terima kasih, dan kehormatan kepada tuin-tuin yang akan meberikan rejeki kepada para nelayan. Sebelum mulai menangkap tuin-tuin, ada upacara khusus untuk menghormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang juga sangat mirip. Umumnya nelayan Jepang minta pamit kepada dewa laut untuk menangkap ikan dengan upacara khusus yang sederhana. Di sini juga terlihat kehormatan mereka terhadap sumber daya laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat kapal kayu di Mandar mempunyai keputusan yang dipercayai membawa keuntungan. Misalnya, kayu untuk kapal harus dibabat waktu bulan pernama, anging kencang, dan pada waktu pagi. Mengapa? Semuanya ada kaitan kepercayaan atau &lt;em&gt;ussul&lt;/em&gt; dalam bahasa Mandar. Bulan pernama diartikan rezekinya penuh. Angin kencang dianggap terkait dengan kecepatan cepat kapal yang akan dihasilokan. Mengapa harus pagi? Karena matahari yang naik diartikan rezekinya naik juga. Mereka percaya ada keuntungan jika bertemu ibu hamil karena akan mendapat rezeki. Sedangkan, nelayan Mandar tidak pergi ke laut pada hari yang bertemu orang yang menangis, karena mereka menganggap ini hari yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ussul&lt;/em&gt; ini hampur sama dengan &lt;em&gt;Engi&lt;/em&gt; (縁起 dengan huruf Kanji) di dalam bahasa Jepang. Meskipun tidak ada hubungan logis dan teoritik, orang Jepang suka mengaitkan hal-hal yang tertentu dengan keuntungan atau ketidakuntungan. Ada yang sama secara nasional, ada juga yang berbeda-beda di komunitas lokal masing-masing. Misalnya, orang Jepang makan &lt;em&gt;Katsu&lt;/em&gt; (makanan daging goreng tepung) sebelum pertandingan atau ujian masuk karena &lt;em&gt;Katsu&lt;/em&gt; di dalam bahasa Jepang berarti menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan modern berkembang untuk mengatasi dan mengelola masalah sumber daya alam dan berbagai fenomena yang sulit diperjelaskan secara logis. Namun, masyarakat yang menhadapi alam sehari-hari sudah merasa dekat dengan sumber daya alam. Ketakutan dan kehormatan terhadap alam terlihat oleh mereka dan itu wajar-wajar saja. Ilmu pengetahuan modern tidak memecahkan masalah kompeleks tetapi menciptakan kesombongan manusia terhadap alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cerita nelayan Mandar dan &lt;em&gt;ussul&lt;/em&gt; hanya menjadi bahan ketawa dan harus dibuang saja? Justru kita sebaiknya belajar bukan apakah isinya logis atau tidak, tetapi melainkan bagaimana perilaku dan kemampuan komunikasi mereka terhadap alam yang tidak bisa dikelola seratus persen oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa menjadi sangat dekat dengan dunia spiritual orang Mandar seperti diatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-116938047728174836?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/116938047728174836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=116938047728174836' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116938047728174836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116938047728174836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/01/kehormatan-kepada-alam-dan-ussul.html' title='Kehormatan kepada Alam dan Ussul'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-116886733819316777</id><published>2007-01-15T22:16:00.000+09:00</published><updated>2007-01-15T22:22:18.206+09:00</updated><title type='text'>Peluncuran Ilmu Makassar (26-Jan-2007)</title><content type='html'>- Kapan coto Makassar muncul dan berapa banyak warung coto di Makassar?&lt;br /&gt;- Ada berapa jenis kue-kue Makassar?&lt;br /&gt;- Nama Pete-Pete berasal dari mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang Makassar ...&lt;br /&gt;Mari kita belajar bersama tentang Makassar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu: 26 Januari 2007, pukul 20.00 Wita&lt;br /&gt;Tempat: Cafe Ininnawa (Depan Mercedes Bentz), Jl. Perintis Kemerdekaan Km.9 No.76, Tamalanrea Jaya, Makassar 90245&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-116886733819316777?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/116886733819316777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=116886733819316777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116886733819316777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116886733819316777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/01/peluncuran-ilmu-makassar-26-jan-2007.html' title='Peluncuran Ilmu Makassar (26-Jan-2007)'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-116763799664748193</id><published>2007-01-01T16:42:00.000+09:00</published><updated>2007-01-01T16:53:16.656+09:00</updated><title type='text'>Katanya Manusia Bisa Dibagi Dua</title><content type='html'>Katanya manusia bisa dibagi dua.&lt;br /&gt;Manusia yang tidak untung dan manusia yang untung.&lt;br /&gt;Manusia yang tidak dicintai dan manusia yang dicintai.&lt;br /&gt;Manusia yang tidak diperhatikan dan manusia yang selalu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh manakah perbedaan kedua manusia sebagai manusia?&lt;br /&gt;Apakah perbedaannya sejauh dengan hitam dan putih?&lt;br /&gt;Apakah perbedaannya sejauh dengan bumi dan langit?&lt;br /&gt;Apakah perbedaannya sejauh dengan budak dan raja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang tidak untung sring cemburuh sama manusia yang untung.&lt;br /&gt;Tetapi manusia yang untung tidak pernah memikir tentang manusia yang tidak untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penduduk Indonesia 200 juta lebih.&lt;br /&gt;Ada 200 juta lebih macam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak bisa hidup sendiri.&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak berimajinasi mengenai manusia yang lain tanpa generalisasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan imajinasi.&lt;br /&gt;Inilah membagikan manusia jadi dua secara fiktif.&lt;br /&gt;Inilah selalu mengedepankan prasangka dan menhambat komunikasi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sama-sama manusia.&lt;br /&gt;Saling berimajinasilah sesama manusia sekaligus perbedaan individu masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar, 31 Desember 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-116763799664748193?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/116763799664748193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=116763799664748193' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116763799664748193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116763799664748193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2007/01/katanya-manusia-bisa-dibagi-dua.html' title='Katanya Manusia Bisa Dibagi Dua'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-116706371290323325</id><published>2006-12-26T00:55:00.000+09:00</published><updated>2006-12-26T01:21:52.916+09:00</updated><title type='text'>Anda Kenal Cerita Rakyat?</title><content type='html'>Seorang teman saya, orang Indonesia, kemarin kirim email kepada saya dan bertanya tentang cerita rakyat Toraja berjudul "Rusa dengan Burung Tattiuq". Pertanyaannya: (1) bagaimana cara mengucapkan "Tattiuq" untuk terjemahkan ke Bahasa Jepang? (2) bagaimana habitat Burung Tattiuq? dan (3) apakah teman-teman kenal cerita rakyat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, di rumah saya, ada suatu acdara kumpulan pemuda orang Toraja untuk membahas rencana kegiatan selama dua tahun depan. Maka, saya mencoba tanya kepada mereka tentang 3 pertanyaan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut jawaban tentang (1) ada yang tahu ucapannya. Namun, tentang (2) dan (3), dari sekitar 30 orang pemuda Toraja satu orang pun tidak bisa menjawab dan apalagi mereka sama sekali tidak kenal cerita rakyat Toraja tersebut. Siapa tahu mereka tidak tahu juga di Toraja ada cerita rakyat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk generasi muda di Indonesia, cerita rakyat berada di tempat yang sangat jauh. Cerita rakyat hanya tersimpang di dalam otak generasi tua dan mulai hilang. Dulu, generasi tua menyampaikan makna dan kearifan lokal serta ajaran perilaku sebagai manusia dengan bentuk cerita rakyat dari turun ke menurun. Fungsi cerita rakyat mungkin telah disubstitusikan oleh sekolah, media massa, dan kebijakan pemerintah. Kebutuhan terhadap cerita rakyat tidak ada lagi. Daripada dengar cerita kakek dan nenek, anak-anak lebih senang nonton TV atau main game. Cerita kakek dan nenek dianggap kuno dan tidak ada gunanya untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, apa yang terus disampaikan dari generasi ke generasi siap-siap akan diputus. Mereka rajin belajar agama yang datang dari luar tetapi tidak belajar makna dan kearifan lokalnya yang berasal dari komunitasnya. Mereka tetap hidup di Toraja tetapi mereka tidak begitu mengenal tentang Toraja sendiri. Dalam pembahasan singkat antara mereka dan saya, mereka baru menyadari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka selalu ingin berpikir tentang pembangunan daerah Toraja tetapi belum tahu banyak tentang Toraja. Maka, saya sarankan bagaimana coba mulai dari pengumpulan cerita rakyat Toraja dari orang yang tua. Sesudah kumpul beberapa cerita rakyat, pasti mereka merasakan sesuatu. Itulah akan mendorong mereka ke langkah berikutnya yang dikaitkan dengan pembangunan daerah Toraja. Cerita rakyat merupakan pintu masuk gerakan yang pengembalikan jati diri sendiri di komunitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau bertanya kepada pembaca. Apakah anda juga mengenal cerita rakyat daerah anda? Jika tidak, mari kita mulai dengar cerita rakyat dari generasi yang tua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-116706371290323325?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/116706371290323325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=116706371290323325' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116706371290323325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116706371290323325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/12/anda-kenal-cerita-rakyat.html' title='Anda Kenal Cerita Rakyat?'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-116654732477321026</id><published>2006-12-20T01:18:00.000+09:00</published><updated>2006-12-20T01:55:24.840+09:00</updated><title type='text'>Perhatian terhadap Orang Lain</title><content type='html'>Mengapa sering dikabarkan bahwa beberapa siswa-siswi Jepang memilih bunuh diri? Di Makassar, saya sering dengar bahwa orang Jepang siap bunuh diri karena rasa siri' yang sangat kuat, atau karena rasa pertanggungjawabnya terlalu kuat. Mengapa orang Indonesia jarang memilih bunuh diri? Jawaban yang sering dengar adalah karena orang Indonesia percaya dan manaati agama masing-masing. Apakah pemahaman seperti ini benar atau adakah alasan yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, mereka bunuh diri karena mereka yakin sama sekali tidak diperhatikan oleh siapa pun. Teman-teman atau guru di sekolah tidak memperhatikan. Di rumah, orang tua dan saudaranya pun tidak begitu memperhatikan. Dia merasa sendirian dan tidak ada seorang pun yang berpihak sama dia. Dia mencari ruang hidup di dalam dunia virtual dengan internet. Tetapi pemakaian internet adalah komunikasi satu arah. Dia tidak bisa memuaskan diri dan gagal mendapat perhatian dari dunia virtual juga. Untuk apa saya hidup? Manusia tidak bisa hidup tanpa pergaulan dengan manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Makassar, saya sering ditanyai oleh orang yang tak kenal dengan sebut "Dari mana?", "Mau kemana?", "Mengapa tinggal di Makassar?", dan lain-lainnya. Di dalam hati saya pikir ini bukan urusan anda. Anda bukan kenalan saya. Mengapa saya harus jawab pertanyaan dari anda-anda yang tidak kenal? Ternyata mereka memberi perhatian kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari di Makassar, saya merasa penuh perhatian dari berbagai kalangan. Selain itu, di sini ada berbagai macam manusia yang hidup masing-masing yang jauh lebih bervariasi dibandingkan Jepang. Perhatian tentu dikaitkan dengan imajinasi. Upaya memperhatikan sesuatu adalah upaya meningkatkan daya imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perhatian atau daya imajinasi oleh instansi terhadap masyarakat di Indonesia kelihatannya sangat rendah. Jika aparat pemerintah memakai istilah "masyarakat", mereka hampir lupa bahwa mereka juga sesama masyarakat. Sebetulnya mewujudnya good governance tidak terlalu susah jika aparat pemerintah selalu berpikir sebagai seorang masyarakat biasa. Perlu tingkatkan daya imajinasi aparat pemerintah terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indoensia, walaupun masyarakat tidak diperhatikan oleh pemerintah, masyarakat tidak mungkin "bunuh diri" karena mereka mempunyai dunia tersendiri. Di dalam suatu komunitas, mereka selalu memperhatikan satu sama lain. Jika komunitas tersebut hilang dan hancur, bagaimana masyarakat akan "bunuh diri"? Mungkin tidak juga dan mereka paling tidak mencari kambing hitam dan beramuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa-siswi yang memilih bunuh diri di Jepang merasa tidak diperhatikan oleh siapa pun. Keluarga, komunitas, teman-teman sekolah tidak lagi tempat bergaulan antara manusia dari segi kacamata mereka. Seandainya mereka berada di Indonesia, apakah tetap memilih bunuh diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia komunitas Indonesia, menurut saya, masih sehat dan penuh perhatian (atau pertanyaan?) oleh orang-orang yang tak kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-116654732477321026?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/116654732477321026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=116654732477321026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116654732477321026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116654732477321026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/12/perhatian-terhadap-orang-lain.html' title='Perhatian terhadap Orang Lain'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-116456154469522563</id><published>2006-11-27T02:15:00.000+09:00</published><updated>2006-11-27T02:19:04.710+09:00</updated><title type='text'>Local to Local</title><content type='html'>Saya punya blog yang bernama "Local to Local". Ini memberikan informasi tentang pengalaman pembangunanh daerah di Jepang yang sering diangkat sebagai contoh yang menarik. Maaf, bahannya diambil dari yang bahasa Inggris, tetapi isinya sangat menarik. Silahkan menikmati pembacaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog "Local to Local":&lt;br /&gt;&lt;a href="http://local-to-local.blogspot.com/"&gt;http://local-to-local.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-116456154469522563?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/116456154469522563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=116456154469522563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116456154469522563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116456154469522563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/11/local-to-local.html' title='Local to Local'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-116451011827983801</id><published>2006-11-26T11:52:00.000+09:00</published><updated>2006-11-26T12:01:58.293+09:00</updated><title type='text'>Blogger di Makassar dan Jepang</title><content type='html'>Kemarin (25-Nov), ada acara sederhana pembentukan komunitas blogger muda di rumah saya. Sayang sekali, saya tidak bisa hadir karena ada acara lain, tetapi saya dengan senang hati mengucapkan selamat dan semoga sukses kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat kaget di Makassar pun begitu banyak kaum muda yang berminat menulis blog. Di Jepang, sudah banyak sekali blog individual, namun kebanyakannya sekedar catatam harian atau penyampaian apa-apa saja atau cerita tentang hobi-hobi saja. Sedangkan, kegiatan mereka atas nama Komunitas Blogger Makassar "Anging Mammiri" terlihat sifat yang ingin menulis sesuatu dan membaginya dengan teman-teman. Maka ada juga sifat semacam SNS tetapi mereka sangat terbuka dan tidak ekisklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga wadah seperti ini merombak keseragaman pandangan dan pikiran yang masih kental di barbagai kalangan dan semoga tulisan mereka menjadi titik awalnya mewujudkan kreativitas dan innovasi pikiran yang akan memperbaiki dunia kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkarya dengan senang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Komunitas Blogger Anging Mammiri:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.angingmammiri.org/"&gt;&lt;img src="http://i147.photobucket.com/albums/r307/metalgrin/angingmamiri_banner.png" alt="banner angingmammiri" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-116451011827983801?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/116451011827983801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=116451011827983801' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116451011827983801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116451011827983801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/11/blogger-di-makassar-dan-jepang.html' title='Blogger di Makassar dan Jepang'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-116257340716027452</id><published>2006-11-04T01:54:00.000+09:00</published><updated>2006-11-04T02:05:13.290+09:00</updated><title type='text'>Saya sudah berada di Makassar</title><content type='html'>Mohon maaf atas keterlambatan posting baru ini. Saya sudah berada di Makassar sejak tgl. 23 September 2006 sebagai peneliti tamu di Universitas Hasanuddin. Rencananya saya akan tinggal di Makassar selama 2 tahun dan melakukan kajian tentang kebijaksanaan pembangunan daerah di Indonesia Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama, saya sedang sangat menarik mengenai pembangunan yang berdasar dari inisiatif lokal termasuk komunitas setempat. Selama di Jepang, saya banyak belajar dari pengalaman pembangunan daerah di Jepang, termasuk One Village One Product Movement di propinsi Oita. Peranan local community leader dan pemanfaatan sumber daya lokal (baik SDA maupun SDM) sangat penting untuk mendorong upaya-upaya perbaikan komunitas dan daerah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan blog ini, saya ingin menyampaikan tanggapan dan ide saya yang diharapkan masukan untuk diskusi dan pelaksanaan nyata di lapangan di Indonesia Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sempat, silahkan mampir ke rumah saya dan mari kita diskusi bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kazuhisa MATSUI&lt;br /&gt;Peneliti Tamu UNHAS&lt;br /&gt;Jl. Perintis Kemerdekaan Km.9 No.76&lt;br /&gt;Tamalanrea Jaya, Makassar 90245, INDONESIA&lt;br /&gt;(Depan Kantor Mercedes Bentz, Samping AKBA)&lt;br /&gt;E-Mail: &lt;a href="mailto:daengkm@gmail.com"&gt;daengkm@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-116257340716027452?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/116257340716027452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=116257340716027452' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116257340716027452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/116257340716027452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/11/saya-sudah-berada-di-makassar.html' title='Saya sudah berada di Makassar'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-114918026788079002</id><published>2006-06-02T01:33:00.000+09:00</published><updated>2006-06-02T01:44:27.906+09:00</updated><title type='text'>E-mail dari Jogja Heritage Society</title><content type='html'>Lewat teman orang Jepang saya, saya menerima satu e-mail yang dikirimkan dari Ketua Jogja Heritage Society, Ibu Sita Adishakti. Semoga ada yang ikut bersolidaritas kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari Jogja,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin pagi setelah melayat Ibu RAy Hambarjan (72 th) salah seorang kerabat Kraton Yogyakarta yang kejatuhan nok saat gempa di kamar Almh, bersama keluarga mengirim makanan untuk klinik Nur Hidayah di Wonokromo. Sangat menyedihkan sekali di klinik tersebut. Semua pasien dirawat di luar bangunan, di tepi jalan raya yang sempit dan ramai sekali. Bahkan, aduh, waktu itu menyaksikan operasi amputasi oleh dokter bedah pemilik klinik yang dilaksanakan ya berdampingan dengan para pasien yang hanya beralas tikar satu meter dari jalan raya yang begitu padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan itu hanya sebagian kecil dari berbagai kepiluan di Jogja, khususnya di Kabupaten Bantul.Sepanjang jalan Imogiri misalnya, para korban memenuhi tengah jalan sambil meminta uluran makanan atau uang.Sementara di latar belakangnya rumah-rumah yang merata tanah belum tersentuh pembersihan. Yah...banyak media telah meliputnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fase tanggap darurat ini para korban sangat-sangat mendesak butuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tenda (setiap malam sejak gempa hujan terus, sementara korban banyak yang tidak dinaungi apa2, atau kalau bertutup atap ya terbuat dari plastik yang disambung-sambung, atau kain yang kalau hujan pasti bocor, atau juga karung gandum yang dijahit. Bener2 tenda sangat kurang)&lt;br /&gt;2. Nasi - lauk &amp; air putih (ada yang sudah membuka dapur umum, tapi banyak yang tidak punya apa2)&lt;br /&gt;3. Tikar dan kasur tipis, khusus untuk yang sakit&lt;br /&gt;4. Selimut  atau sarung&lt;br /&gt;5. Obat-obatan&lt;br /&gt;6. Bensin&lt;br /&gt;7. Pakaian layak, banyak yang hanya memiliki baju yang dipakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kemudian pembersihan reruntuhan dan tahap lanjut dipersiapkan untuk perencanaan dan pembangunan rumah serta penataan lingkungan beserta infrastrukturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, persoalan tidak hanya itu Kota Pusaka Jogja pun semakin meredum...banyak pusaka rusak bahkan runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat sementara:&lt;br /&gt;Cultural heritage:&lt;br /&gt;... Tangible&lt;br /&gt;1. Kraton Yogyakarta:&lt;br /&gt;-Bangsal Trajumas, ambruk (menimpa pusaka-pusaka dan 2 jenis gamelan dari jaman Majapahit;: Kanjeng Kyai Guntur Laut dan Kanjeng Kyai Mahesa Ganggang, tandu Kanjeng Kyai Lawak)&lt;br /&gt;-Bangsal Srimanganti, kolom rusak-Pot-pot bunga keramik di bangsal Kencono, berhamburan &amp; pecah-Pintu kaca museum pecah&lt;br /&gt;2. Benteng Kraton, pojok beteng lepas&lt;br /&gt;3. Kerusakan pada Museum Kereta Kraton&lt;br /&gt;4. Tamansari:-Pulau Cemeti roboh&lt;br /&gt;5. Puro Pakualaman-Langit-langit Bangsal Sewotomo mengelupas-Sebagian tembok retak&lt;br /&gt;6. Kelompok Candi Prambanan, Pusaka Budaya Dunia  terutama pada Candi Brahma, Candi Nandi, Candi Apik&lt;br /&gt;7. Kelompok Candi Plaosan&lt;br /&gt;8. Kelompok Candi Sojiwan&lt;br /&gt;9. Kelompok Candi Brahma&lt;br /&gt;10. Kelompok Candi Siwa&lt;br /&gt;11. Pabrik Cerutu Tarumartani yang dibangun tahun 1918&lt;br /&gt;12. Rumah-rumah tradisional di nJeron Beteng&lt;br /&gt;13. Rumah-rumah tradisional di Kotagede, Wonokromo,Imogiri.. Intagible heritage&lt;br /&gt;-Para pembatik di Bayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, Jogja Heritage Society bersama Senthir, Pusat Pelestarian Pusaka, JUTAP-UGM, Sahabat Pakuningratan, Camatha membuka Posko untuk menyalurkan bantuan kawan-kawan untuk para korban dan merencanakan khusus untuk Heritage damage assessment serta kemungkinan pelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kawan akan membantu dalam bentuk barang (saat ini sangat diperlukan-apalagi persediaan di Jogja sangat menipis) dapat dikirimkan ke Posko Jogja Heritage Society Jl. Pakuningratan 38, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam bentuk dana dapat ditransfer ke rekening Jogja Heritage Society sbb:&lt;br /&gt;- A.n Nururien Pikarini&lt;br /&gt;- Bank Niaga Jl. Jendral Sudirman&lt;br /&gt;- 1) No. rekening US $ 019.02.18111.000,&lt;br /&gt;- 2) No. rekening Rp. 019.01.11085.12-0&lt;br /&gt;Mohon kalau ada yang mengirim dana bisa sms/kontak Bu Nururien HP 081 1252979&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk pelestarian bangunan dana bisa dikirim ke rekening Jogja Heritage Society yang lain:&lt;br /&gt;- A.n. Dwita Hadi Rahmi&lt;br /&gt;- Bank BNI Cabang UGM Yogya&lt;br /&gt;- No. 3869785-8&lt;br /&gt;Mohon kalau ada yang mengirim bisa sms/kontak Bu Dwita HP 081 125 3164&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga badai segera berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sita Adishakti&lt;br /&gt;HP. 081 126 9571&lt;br /&gt;POSKO JHS di Studio Sahabat Pakuningratan, Jl. Pakuningratan 38, Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-114918026788079002?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/114918026788079002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=114918026788079002' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/114918026788079002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/114918026788079002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/06/e-mail-dari-jogja-heritage-society.html' title='E-mail dari Jogja Heritage Society'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-114891209566446997</id><published>2006-05-29T23:10:00.000+09:00</published><updated>2006-05-29T23:14:55.676+09:00</updated><title type='text'>Bantuan dari Aceh untuk Yogya</title><content type='html'>Ada gerakan yang sangat menarik dan bersyukur berlanjut di Indonesia sesudah tragedi gumpa di Yogya. Yaitu, masyarakat Indonesia dari berbagai daerah bersemangat menyembang sebagai sesama warga Indonesia kepada masyarakat Yogya terutama yang di Bantul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat terharu ketika saya baca berita bahwa warga Aceh yang mengalami tragedi yang sangat berat pada akhir 2004 juga ikut menyembang untuk masyarakat Yogya dan Bantul. Dulu, masyarakat Aceh benci sama orang Jawa. Saat ini, zamannya sudah berubah dan mulai muncul fenomena Indonesia baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat artikel dibawa ini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.serambinews.com/index.php?aksi=bacaberita&amp;beritaid=17548&amp;amp;rubrik=1&amp;kategori=2&amp;amp;topik=39"&gt;http://www.serambinews.com/index.php?aksi=bacaberita&amp;beritaid=17548&amp;amp;rubrik=1&amp;kategori=2&amp;amp;topik=39&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-114891209566446997?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/114891209566446997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=114891209566446997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/114891209566446997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/114891209566446997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/05/bantuan-dari-aceh-untuk-yogya.html' title='Bantuan dari Aceh untuk Yogya'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-113854566639235639</id><published>2006-01-29T23:37:00.000+09:00</published><updated>2006-01-29T23:41:06.393+09:00</updated><title type='text'>The Asaza Project</title><content type='html'>This is interseting case of environmental revival by citizens and NGOs without any forcement from government. Please visit the website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REVIVING NATURE AROUND LAKE KASUMIGAURA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lake Kasumigaura ranks second in size in Japan, after Lake Biwa, with a surface area of 219.9 square kilometers and a catchment basin more than ten times the lake's surface area. Located not far from the metropolis of Tokyo, Lake Kasumigaura was developed on a large scale during Japan's period of rapid economic growth from 1950s to 1970s, to provide water for industrial and drinking. In the process, much of the lakeside was encased in revetments (concrete facing to sustain an embankment), with a devastating effect on the natural environment. The lake suffered. People stopped visiting the lakeside, and the migratory birds and other living creatures that once visited the reed beds disappeared.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(continued to website: &lt;a href="http://www.japanfs.org/en/public/ngo04.html"&gt;http://www.japanfs.org/en/public/ngo04.html&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-113854566639235639?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/113854566639235639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=113854566639235639' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113854566639235639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113854566639235639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/01/asaza-project.html' title='The Asaza Project'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-113854515824887574</id><published>2006-01-29T23:29:00.000+09:00</published><updated>2006-01-29T23:32:38.263+09:00</updated><title type='text'>"The Most Beautiful Villages in Japan" Federation</title><content type='html'>Seven villages in Japan have established a Federation of “The most beautiful villages in Japan”. Using the French “most beautiful villages” movement as a model, it aims to promote local revitalization to increase tourism, preserve landscapes, the local environment and cultures as well as effective communication of local issues.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Please visit website: &lt;a href="http://www.jtbgmt.com/japannow/NEWS/news48.html"&gt;http://www.jtbgmt.com/japannow/NEWS/news48.html&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-113854515824887574?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/113854515824887574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=113854515824887574' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113854515824887574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113854515824887574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/01/most-beautiful-villages-in-japan.html' title='&quot;The Most Beautiful Villages in Japan&quot; Federation'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-113785898879267530</id><published>2006-01-22T00:50:00.000+09:00</published><updated>2006-01-22T00:58:33.353+09:00</updated><title type='text'>Snow in Tokyo</title><content type='html'>Today (January 21), since morning until evening, Tokyo enjoyed the first snowy scene (9 cm high) in this winter season. And very cold Saturday!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My daughter and wife tried to make 'a snow rabbit' by snow and two leaves for rabbit's ear. We remember that such rabbit were made 10 years ago when my daughter was before 1 yaer old.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usually, Tokyo got only several snowy days in a winter season, February or March. How many days will we enjoy these snowy days in this season?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-113785898879267530?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/113785898879267530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=113785898879267530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113785898879267530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113785898879267530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2006/01/snow-in-tokyo.html' title='Snow in Tokyo'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-113426349926352546</id><published>2005-12-11T10:01:00.000+09:00</published><updated>2005-12-11T10:11:39.263+09:00</updated><title type='text'>70% Bantuan Jepang utk Tsunami belum dimanfaatkan</title><content type='html'>Menurut berita di Jepang, bantuan urgen yang diberikan dari pemerintah Jepang untuk mengatasi masalah korban gumpa dan tsunami di Indonesia ternyata 70 persennya belum digunakan oleh pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tersebut ada di:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.asahi.com/english/Herald-asahi/TKY200512050266.html"&gt;http://www.asahi.com/english/Herald-asahi/TKY200512050266.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memahami keadaan tersebut, namun secara pribadi agak menyesal juga. Jangan pikir hal-hal ini hal yang sepele atau kecil. Berita ini sangat menpengaruhi perasaan orang Jepang yang benar-benar ingin menyembang sesuatu kepada para korban di Indonesia secara sungguh-sungguh. Bisa saja kami merasa bahwa buat apa kami selurkan bantuan untuk Indonesia jika tidak digunakan. Atau paling tidak, saya kuatir imaj Indonesia sulit dipulihkan dengan hal ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-113426349926352546?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/113426349926352546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=113426349926352546' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113426349926352546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113426349926352546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/12/70-bantuan-jepang-utk-tsunami-belum.html' title='70% Bantuan Jepang utk Tsunami belum dimanfaatkan'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-113097000455255029</id><published>2005-11-03T07:15:00.000+09:00</published><updated>2005-11-03T07:20:18.953+09:00</updated><title type='text'>Acara Sulawesi Day di Jepang</title><content type='html'>Acara Sulawesi Day pada 29 Oktober di Graha Budaya Indonesia, Takadanobaba, Tokyo, telah diberitakan dalam surat kabar lokal Tribun Timur, seperti yang berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks3"&gt;Senin, 31-10-2005 &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="linkdomun" width="392"&gt;Menghadirkan Coto Mangkasara di Negeri Sakura&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tek"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks"&gt;Kazuhisa Matsui melafalkan kata-kata Makassar itu dengan cukup lancar dan langsung mendapatkan tepuk tangan dari peserta kursus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beranda luar terdengar alunan lagu Anging Mammiri dan di dapur kecil ruangan yang tidak seberapa luas itu terjadi kesibukan sejak pagi menyiapkan hidangan Coto Mangkasara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wangi rempah tercium hingga ke ruang kursus Bahasa Makassar. Matsui, pria Jepang yang pernah lama bertugas dan melakukan riset di Makassar, ini merasa senang karena cara pengucapan bahasa Makassarnya, terdengar sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 29 Oktober lalu, Graha Budaya Indonesia (GBI) Tokyo menggelar kursus sehari Bahasa Makassar yang ditutup dengan menyantap coto Makassar. Pemilik GBI, Seichii Okawa, merancang kegiatan ini di tengah-tengah berlangsungnya pameran 21 lukisan karya 21 pelukis Makassar antara lain Mike Turusi, dan satu karya pelukis asal Palu, di galeri kecil miliknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks" style="border-bottom: 0px solid rgb(0, 0, 0);"&gt;Pameran lukisan yang berlangsung mulai 17 September hingga Desember mendatang itu terselenggara kerja sama Yayasan Kemanusiaan Fajar dan GBI dan merupakan upaya pertama memperkenalkan karya-karya pelukis Sulawesi kepada masyarakat Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GBI yang hanya menempati ruangan kecil berukuran sekitar empat kali enam meter itu di kawasan Takadanobaba, Tokyo, dipenuhi lukisan-lukisan yang antara lain menampilkan gambar rumah adat Toraja, kehidupan masyarakat Bugis-Makassar, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, GBI telah menghadirkan pameran lukisan dan foto jurnaslitik misalnya dari Aceh Jakarta dan kota-kota di Indonesia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga Jepang yang pernah berkunjung ke Makassar, hari itu memang menjadi ajang nostalgia untuk menyantap Coto Mangkasara dan mempraktekkan bahasa Makassar yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi warga Jepang yang mengenal Indonesia sebatas pada Jakarta, pulau Jawa dan Bali atau sekadar mendengar kabarnya dari media massa, itu menjadi pengalaman baru yang memberikan pemahaman tentang betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Makassar Day yang dihadiri 15 orang Jepang itu berlangsung sederhana tapi meriah. Untuk mempersiapkan Makassar Day ini, Okawa dibantu oleh Rosnaeni Tawang, mahasiswi Makassar yang sedang menjalani pendidikan S3 di Universitas Waseda, Tokyo serta Yusrianti Pontodjaf, aktivis pers asal Makassar yang kebetulan sedang berlibur di Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdualah yang berjuang memasak coto dan bergantian mengajarkan bahasa Makassar. Singkatnya, hari itu mereka telah menjadi duta Makassar untuk mempromosikan budaya, bahasa, masakan, dan kehidupan masyarakat Makassar di hadapan warga Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Okawa, kehadiran dua gadis yang masih lajang ini di Tokyo, menjadi penentu suksesnya acara Makassar Day. "Saya senang sekali mereka membantu karena telah lama saya berobsesi menghadirkan warna budaya setiap daerah di Indonesia kepada masyarakat Jepang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang Jepang telah begitu akrab dengan budaya Bali dan Jawa, tapi masih sedikit yang tahu tentang daerah lain. Karena itu saya senantiasa mencari momentum untuk mengangkat budaya lokal lainnya," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Yusrianti dan Rosnaeni, memasak coto di negeri orang merupakan pengalaman yang unik dan tak terlupakan. Setelah mendapatkan resep coto dari seorang teman, mulailah mereka berburu bumbu dan rempah-rempah segar, tiga minggu sebelum acara digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tokyo, karena kebanyakan pasar swalayan menjual bumbu instan dalam bentuk bubuk, maka bumbu dan rempah segar dari Indonesia harus dipesan jauh-jauh hari di toko yang khusus menjual makanan dan bumbu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah, semua bumbu asal Indonesia, mulai dari jahe, lengkuas, sereh, ketumbar, merica, dan lainnya berhasil didapatkan yang segar dan asli dari Indonesia. Untuk urusan daging, apa boleh buat, karena kebijakan impor daging di Jepang sangat ketat, maka harus menggunakan daging lolos sensor seperti daging sapi Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu yang tidak berhasil mereka dapatkan, yakni tauco (pasta kacang kedelai) khas Makassar, yang justru menjadi salah satu bumbu kunci yang menentukan aroma dan rasa kuah coto. Untuk urusan tauco, keduanya harus puas menggunakan tauco asal Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosnaeni yang akrab dipanggil Ninok, mengaku telah pernah mencoba memasak coto, beberapa tahun lalu, saat masih kuliah di Provinsi Okinawa, Jepang Selatan. Waktu itu, dalam festival makanan internasional di kampusnya, ia satu-satunya mahasiswa asal Indonesia yang harus menyajikan makanan khas daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu itu saya masak coto di festival itu, tapi setelah jadi, rasanya lebih mirip sop daging biasa. Bukan coto," katanya sambil tertawa mengenang peristiwa lucu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi Yusrianti, aktivis pers yang selalu sibuk dengan berbagai macam kegiatan, mengakui jarang memasak di Indonesia. "Kalau mau makan coto kan tinggal pergi ke warung coto. Jadi pengalaman membuat coto sekaligus menjadi pengajar bahasa Makassar di Tokyo, betul-betul berkesan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kursus bahasa Makassar, baik Ninok maupun Yusrianti tidak menduga bila semua peserta begitu antusias mempelajari 100 kata yang diperkenalkan dalam waktu kurang lebih tiga jam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja bagi lidah orang Jepang, ada kata-kata yang sulit dilafalkan, misalnya, angngapai, diucapkan dengan bunyi "g" yang kuat, sehingga terdengar seperti anggapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kata yang bunyinya sama dengan bahasa Jepang, tapi memilki arti yang berlawanan, yakni kata iye`, yang dalam bahasa Makassar artinya "ya", tapi justru dalam bahasa Jepang artinya "tidak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal ini, para peserta kursus pun tidak bisa menahan tawa dan tidak sedikit yang masih kebingungan memutarbalikkan artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kursus, dalam acara menyantap coto yang bertepatan dengan waktu berbuka puasa di Tokyo, yakni pukul 16.52 sore, para peserta mengaku puas dengan hidangan coto yang disantap dengan nasi hangat dan sambal tauco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pernah tinggal satu tahun di Jakarta tapi tidak banyak tahu tentang Sulawesi atau Makassar. Ini pertama kali saya makan coto Makassar, rasanya khas, dan rempahnya berbeda dengan makanan daeraa lain ya," tutur warga Jepang, Kumi Saito yang sehari-hari membantu Seichii Okawa di GBI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Go Iwata, mahasiswa S1 jurusan studi Indonesia di Universitas Kajian Intenasional Tokyo, merasa senang karena bisa berkenalan langsung dengan warga Makassar. "Saya akan mendalami antropologi Sulawesi Selatan untuk studi S2 saya, makanya senang sekali bisa mengenal lebih dekat budaya Makassar," tuturnya dalam bahasa Indonesia yang fasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang di sini tidak memungkinkan kami membuat ketupat atau burasa` karena daun pisang harus diimpor dan harganya mencapai Rp 10 ribu satu lembar kecil" kata Yusrianti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kelelahan, ia terlihat sangat puas bisa membatu GBI menyelenggarakan Makassar Day. Petang itu, di pertengahan musim gugur yang diwarnai hujan rintik-rintik, aroma coto menyebar dan menerbitkan rasa rindu pada Makassar.&lt;br /&gt; Lagu Anging Mamiri yang tadi terdengar dari beranda, kini berganti dengan alunan sendu lagu Ana` Kukang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, Seichii Okawa, yang sehari-hari bekerja sebagai koresponden Metro TV Jakarta di Tokyo, membuktikan bahwa upaya promosi budaya bisa dilakukan dengan efektif tanpa gebyar acara mewah dan menelan dana besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang telah dilakukannya sejak membuka GBI tahun 1999. Beberapa bulan lalu, untuk mengenang bencana tsunami Aceh, GBI menghadirkan bulan Aceh dan kursus bahasa Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya senang akhirnya bisa mengadakan pameran Budaya Sulawesi, meski respon pemerintah daerah Sulsel tidak seantusias yang saya harapkan karena sambutan Gubernur Sulsel dan katalog pameran yang dijanjikan belum dikirim ke Tokyo hingga sekarang. Ini yang membuat saya terhambat mengadakan promosi besar-besaran. Sangat disayangkan," tuturnya sambil menghisap rokok kreteknya dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia prihatin, tapi katanya, ia sudah lama maklum dengan kinerja birokrasi pemerintah di Indonesia yang selalu lamban. (&lt;i&gt;Lily Yulianti Farid, warga Makasaar, bekerja untuk NHK World di Tokyo&lt;/i&gt;)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-113097000455255029?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/113097000455255029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=113097000455255029' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113097000455255029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113097000455255029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/11/acara-sulawesi-day-di-jepang.html' title='Acara Sulawesi Day di Jepang'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-113005739799084302</id><published>2005-10-23T17:43:00.000+09:00</published><updated>2005-10-23T17:56:24.036+09:00</updated><title type='text'>Penerbitan Buku Puisi Aceh</title><content type='html'>&lt;pre style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="ltbpre"&gt;Japan Aceh Net (JAN) mendukung upaya penerbitan dua macam&lt;br /&gt;buku yang akan diluncurkan pada HUT Pertama Bencana Tsunami&lt;br /&gt;yaitu 26 Desember 2005, dengan inisiatif rekan-rekan di&lt;br /&gt;Aceh. Koran lokal Serambi Indonesia memberitakan hal ini&lt;br /&gt;sebagai yang berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serambi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="ltbpre"&gt;Kamis, 20 Oktober 2005&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="ltbpre"&gt;Rubrik: Kutaraja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="ltbpre"&gt;JAN-ASA Terbitkan Buku Puisi "Lagu Kelu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANDA ACEH - Japan Aceh Net (JAN) bekerjasama dengan Aliansi&lt;br /&gt;Sastrawan Aceh (ASA) akan segera menerbitkan antologi puisi&lt;br /&gt;penyair Aceh serta beberapa penyair tamu dari Medan, Jakarta,&lt;br /&gt;Solo, dan Malang. Buku ini dijadwalkan terbit pada peringatan&lt;br /&gt;setahun tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator ASA, Doel CP Allisah menginformasikan, antologi&lt;br /&gt;puisi tersebut akan diterbitkan dalam dua edisi. Untuk edisi&lt;br /&gt;bahasa Indonesia dicetak di Jakarta, sedangkan edisi bahasa&lt;br /&gt;Jepang/Inggris dicetak oleh pihak JAN di Tokyo, Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Doel, hingga saat ini telah terkumpul lebih 300 sajak&lt;br /&gt;dari 48 penyair dan sudah diseleksi oleh satu tim. Dalam buku&lt;br /&gt;yang akan diterbitkan itu, juga akan memuat puisi dari para&lt;br /&gt;penyair Aceh yang telah tiada dengan terlebih dahulu menghubungi&lt;br /&gt;/meminta izin ahli warisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu, kita juga akan memuat karya penyair ternama Aceh&lt;br /&gt;yang telah meninggal sebelum tsunami," kata Doel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antologi yang akan diterbitkan itu, selain bercerita tentang&lt;br /&gt;kedahsyatan tsunami Aceh juga akan berkisah tentang tempat-&lt;br /&gt;tempat bersejarah, kota-kota maupun kawasan yang telah hilang&lt;br /&gt;disapu bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku itu nantinya akan ditemukan bagaimana tempat-tempat&lt;br /&gt;itu telah menjadi kenangan dan sekaligus suasana batin para&lt;br /&gt;penyair Aceh ketika melihat kenyataan bahwa Aceh telah beribah&lt;br /&gt;total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peluncuran buku ini akan dilakukan di Kyodo atau Tokyo dan&lt;br /&gt;juga di Banda Aceh bersamaan dengan peringatan setahun tsunami,"&lt;br /&gt;demikian Doel CP Allisah mengutip Seiichi Okawa dari JAN.(nas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-113005739799084302?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/113005739799084302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=113005739799084302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113005739799084302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/113005739799084302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/10/penerbitan-buku-puisi-aceh.html' title='Penerbitan Buku Puisi Aceh'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-112969975534455826</id><published>2005-10-19T14:24:00.000+09:00</published><updated>2005-10-19T14:29:15.353+09:00</updated><title type='text'>Kokoro Sulawesi</title><content type='html'>Kokoro Sulawesi is the exhibition of Sulawesi Art, now conducted at Graha Budaya Indonesia (GBI), Takada-no-Baba, Shinkuku-ku, Tokyo untuil December 17, 2005.  Ms. Yusrianti reports in the Jakarta Post, an english-written daily newspaper of Indonesia, on it as below.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulawesi Expo makes RI arts known in Tokyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Features - October 17, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusrianti Y. Pontodjaf, Contributor, Tokyo, Japan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Indonesian Cultural House (GBI), an independent institution in Tokyo, has often hosted exhibitions featuring paintings and cultural items from various regions in Indonesia. GBI is an independent institute set up by Japanese journalist Seiichi Okawa in 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This time, the exhibition held at GBI Tokyo from Sept. 17 to Dec. 17, 2005 has the theme of Kokoro Sulawesi, the heart of Sulawesi, kokoro being a Japanese word meaning the heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This art exhibition, which features 22 works of artists from Sulawesi, one of Indonesia's major islands, is expected to express the feelings and emotions of the Sulawesi people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Symbolically, the "k" in "kokoro" represents the k-shaped Sulawesi island.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, this is what Sulawesi dress looks like, then?" said a visitor, Hiroe Onda, referring to a painting depicting an old man wearing traditional dress with a Toraja house in the background.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although in general Onda found the exhibition interesting, he was surprised that dark colors dominated in the paintings exhibited.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Browns, grays and blacks, he said, symbolize sorrow. Meanwhile, he added, Japanese prefer bright colors like red, golden yellow or purple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This Sulawesi expo, which Seichii Okawa said was the first ever held in Japan, features 22 paintings, 21 of which were made by artists from South Sulawesi. The other painting was made by an artist from Palu in central Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Onda had said, the uniquely Sulawesi paintings, among others, those depicting the Sandek boat (the boat of the Mandar ethnic group) and an old man donning traditional dress with a water buffalo and a Toraja house in the background, were indeed dominated by browns and grays. All these paintings will be sold at prices ranging from Rp 3 million to Rp 7 million.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okawa said that the atmosphere and the site of the exhibition were adapted to the Sulawesi theme of the exhibition. The items and paintings placed in the room are neatly arranged to represent a unique picture of Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"This is my way of bringing news about Indonesia to Japan," said Okawa, who is also a Japan-based correspondent of an Indonesian television stations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A documentary is screened in the main hall, where there is also a collection of compact discs of songs from Makassar, Bugis, Mandar, Toraja and Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Free Toraja coffee is also served there. From mid-October up to the end of the month, there will be cultural lectures and courses on Makassar cooking. These courses will be held to ensure that the exhibition will be as successful as the Aceh tsunami exhibition held here in January and April 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this regard, Okawa is assisted by Kazuhisa Matsui of the Institute of Developing Economy (IDE-JETRO), a Japanese independent institution that has undertaken many activities in Indonesia, as well as by a number of students from Makassar now studying in Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We have contacted Makassar people now staying in Japan. Even a Japanese who once stayed in Makassar has expressed his intention of taking part in this event because of his longing for Makassar," Okawa said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regardless of whether or not the exhibitions on Indonesian culture that he has organized since 1998 have drawn a lot of visitors, Okawa deserves great appreciation for his indefatigable efforts in introducing Indonesia to the Japanese, especially when one takes into account that he has started all these activities as just a hobby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why has Okawa been so tenacious in his efforts to introduce Indonesian culture to his country?&lt;br /&gt;The answer is simple: he admires and loves Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Man behind the exhibit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was back in 1980s, when Okawa was still a correspondent for a leading news weekly in Indonesia, that an idea struck him to hold an Indonesian expo in Japan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In May 15, 1998, using his own money, he set up an institution called Graha Budaya Indonesia (Indonesian Cultural House). The office was located next to Tokyo Fuji University, not far from Tokyo's Takadanobaba railway station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia is the Paris of Asia. As a Japanese I can see this comparison. But why does the Indonesian government and our fellow journalists rarely expose this?" he inquired.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I have brought news from Japan and other countries to Indonesia. How about the news about Indonesia published in Japan by the Japanese media? Most seem to be unfavorable," he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a Japan-based correspondent of Indonesia's leading news weekly, Okawa wrote a lot for the Jakarta media publication he worked for.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a journalist, he often visited various places in Indonesia. In his trips across the country, he saw another aspect of Indonesia. He fell in love with Indonesia and as a journalist he wanted to bring to his country news about Indonesia in art forms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He established GBI because of his love and admiration for the works of Indonesian artists. He wanted to introduce to his fellow Japanese what he had seen in Papua, Kalimantan, Sulawesi and Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He regretted that his people, like the people in many other countries, knew only Java and Bali when they talked about Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At present, GBI has two Indonesian employees.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This institution not only organizes exhibitions featuring Indonesia's handicraft and art works, but also gives courses on Indonesian language and culture, organizes writing contests, and holds film shows and lectures on Indonesia. So far it has held 34 photo, handicraft and film exhibitions and organized 54 courses and lectures on Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not long after the tsunami struck Aceh, GBI held an exhibition on this theme and raised funds to be donated to disaster victims in Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okawa hoped that Aceh would be remembered not only because it had been devastated by a massive earthquake and the deadly tsunami, but also for its beautiful dances, unique language and culture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Likewise, unfavorable news about the sectarian and communal conflicts in Papua, Sulawesi and other regions in Indonesia can be counterbalanced by reports conveyed in the language of art and culture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I have said many times that Indonesian artists are found not only in Java and Bali. There are many other artists in other regions and they are highly gifted. It is regrettable, however, that the government is yet to give them much opportunity," he stressed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is only natural that Okawa was rather irritated with the Indonesian government. In his efforts to introduce Indonesian culture to Japan, he has several times invited regency and provincial administrations to promote and support artists from their regions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unfortunately, however, the response he gets is usually either "Your idea is interesting" or "OK, we'll think about it."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ongoing exhibition on Sulawesi is a case in point. It is Okawa and the artists whose paintings are included in this exhibition who have paid for the expenses to transport these paintings to Japan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earlier, Okawa asked the South Sulawesi governor and the province's tourism service to help print a catalog of the paintings and provide him with a welcoming speech to be read during the opening ceremony. Until now, when the exhibition is already under way, the catalog and the welcoming speech from the South Sulawesi provincial administration has not arrived.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okawa has approached regional administrations and the central government in Indonesia several times in his efforts get more attention paid to Indonesian culture as a means of strengthening bilateral relations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a Japanese person who loves Indonesian art, Okawa hopes that Indonesia appreciates its arts and culture more than he does.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Japan has become an advanced country," he said, "Because Japan appreciates and promotes Japanese arts."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-112969975534455826?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/112969975534455826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=112969975534455826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/112969975534455826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/112969975534455826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/10/kokoro-sulawesi.html' title='Kokoro Sulawesi'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-112156681256917740</id><published>2005-07-17T11:09:00.000+09:00</published><updated>2005-07-17T11:22:13.790+09:00</updated><title type='text'>Kota Saiki: Sushi Nomor Satu di Dunia !</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3046/702/1600/DSCN2369_320.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 295px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px" height="209" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3046/702/320/DSCN2369_320.jpg" width="277" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada 12-15 Juli, saya pergi ke propinsi Oita untuk meninjau kegiatan pembangunan daerah di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di Kota Saiki, saya langsung ke rumah makan "sushi" (makanan tradisional Jepang yang nasi cuka dengan ikan mentah), Nishiki-zushi, untuk makan sushi yang terkenal. Mengapa terkenal, karena kota Saiki mencoba membangkitkan kebanggaan sendiri dengan "sushi"nya. Sejak dulu Kota Saiki menikmati bahan makanan laut yang fresh (ikan, cumi, rumput laut, kerang, udang besar dan sebagainya) dari Selat Bungo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, bentuk sushi di Saiki sangat berbeda dengan sushi di Tokyo. Di atas nasi cuka, ikan mentahnya apa saja sangat besar (mungkin 5 kali lipat dari biasa di Jepang) dan tebal sekali. Sulit sekali makan itu ke dalam mulut, maka pemasak membagikan sushinya dua untuk mudah dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk BIG ini sudah sejak 30 tahun lalu, maka di daerah Saiki ini bentuk sushi itu biasa-biasa saja. Kota Saiki sudah mempromosikan diri sebagai Kota yang menyajikan Sushi Nomor Satu di Dunia!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-112156681256917740?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/112156681256917740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=112156681256917740' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/112156681256917740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/112156681256917740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/07/kota-saiki-sushi-nomor-satu-di-dunia.html' title='Kota Saiki: Sushi Nomor Satu di Dunia !'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-112078406353456444</id><published>2005-07-08T09:41:00.000+09:00</published><updated>2005-07-08T09:56:02.940+09:00</updated><title type='text'>Jalan Raya Lama "Tokaido"</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3046/702/1600/P4300015.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3046/702/320/P4300015.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah Jalan Raya Lama "Tokaido" di Moto-Hakone, wilayah pariwisata Hakone di Propinsi Kanagawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Edo, zaman feodal dan dikuasai Samurai (abad ke 17-19), ada lima jalan raya yang mulai dari Edo (Tokyo saat ini), yaitu Tokaido (ke Kyoto), Nakasendo (ke Nagano), Koshu-kaido (ke Kohu), Ohshu-kaido (ke Sendai), dan Nikko-kaido (ke Nikko).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu waktu itu tidak ada mobil. Semua orang jalan kaki atau pakai kuda. Ternyata, Tokaido dipasang oleh batu-batu. Katanya, ini untuk calon isteri Jenderal Tokugawa yang dengan tenang datang ke Edo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini sudah bisa pakai foto. Maka, ini percobaan pemasang foto di dalam Blog saya. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-112078406353456444?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/112078406353456444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=112078406353456444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/112078406353456444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/112078406353456444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/07/jalan-raya-lama-tokaido.html' title='Jalan Raya Lama &quot;Tokaido&quot;'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-112078310988192392</id><published>2005-07-08T09:35:00.000+09:00</published><updated>2005-07-08T09:41:09.226+09:00</updated><title type='text'>Kegiatan INTI utk Perempuan dan Anak di Aceh</title><content type='html'>Saya barusan terima kabar dari rekan dari INTI ttg kegiatan pemberdayaan untuk perempuan dan anak di Aceh. Rupanya, banyak orang mulai lupa dan tak perhatikan lagi ttg apa yang sedang mengalami oleh kalangan lemah di Aceh. Kegiatan serupa ini harus dilakukan secara jangka menengah panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu partner kerja Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Aceh membina Pusat Pemberdayaan Perempuan "Beujroh". Beujroh mencoba memaksimalkan potensi remaja wanita dan ibu rumah tangga Aceh untuk dapat mengakses pendidikan dan berbagai macam pengetahuan dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beujroh juga menjadi sarana gotong royong, tempat mereka saling berbagi dan menolong sesama . Saat ini mereka sedang menjalankan program menjahit 10.000 seragam sekolah untuk dibagikan pada anak-anak Aceh.  Program ini dilakukan oleh 50 orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beujroh juga menyediakan sarana pelatihan. Bekerjasama dengan rekan2 Aceh Media Center, pelatihan ini memperkenalkan mereka kepada dunia baru yang belum pernah mereka kenal sebelumnya : Komputer. Tak ayal, program ini mendapat perhatian dan antusiasme yang sangat tinggi dari anak-anak yang belum pernah menyentuh tuts komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kegiatan2 diatas, Beujroh juga mencoba membangkitkan minat membaca. Saat ini mereka membutuhkan banyak sekali buku-buku untuk perpustakaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengetuk pintu hati rekan-rekan, apabila mempunyai buku/majalah baru/bekas yang dapat disumbangkan kepada mereka. Buku/majalah yang berkaitan dengan pelajaran, komputer, Bahasa Inggris,  cerita anak, kesehatan, rumah tangga, memasak, menjahit, industri rumah tangga akan san gat berguna untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, Aceh menempati urutan terburuk dalam hasil ujian nasional 2005. Akses mereka untuk mendapat pengetahuan semakin terbatas, tak banyak bantuan dari pemerintah, mereka harus mencari jalan sendiri mendapatkan pengetahuan. Sumbangan buku2 Anda akan sangat berarti untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku/majalah itu dapat Anda kirim ke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERHIMPUNAN Indonesia Tionghoa (INTI)&lt;br /&gt;Jl. Roa Malaka Utara no. 5 C-D, Jakarta 11230&lt;br /&gt;telp. 691-5891&lt;br /&gt;fax. 691-5893&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertanyaan lebih lanjut silakan hubungi :&lt;br /&gt;Lisa Suroso (0812-9528494)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;Email: &lt;a href="mailto:lisa_suroso@yahoo.com"&gt;lisa_suroso@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sumbangan Anda akan kami inventaris dan kami umumkan untuk menjamin transparansi dan kontrol.&lt;br /&gt;Atas semua perhatiaannya kami ucapkan banyak terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Lisa Suroso&lt;br /&gt;Perhimpunan INTI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-112078310988192392?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/112078310988192392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=112078310988192392' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/112078310988192392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/112078310988192392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/07/kegiatan-inti-utk-perempuan-dan-anak.html' title='Kegiatan INTI utk Perempuan dan Anak di Aceh'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-111477904792082012</id><published>2005-04-29T21:45:00.000+09:00</published><updated>2005-04-29T22:03:34.636+09:00</updated><title type='text'>Peluncuran Buku Minamata</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Ini adalah acara peluncuran buku ttg Minamata yang akan dilakukan di Makassar, tgl 4 Mei 2005. MATSUI Kazuhisa MKS Representative in Tokyo&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;-----&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;PRESS RELEASE:&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Diskusi &amp; Peluncuran Buku Tragedi Minamata&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Karya Prof. Dr. Harada Masazumi&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Kasus Buyat, Sulawesi Utara, membuka mata kita: betapa berbahaya pencemaran lingkungan. Korban jiwa dan kecacatan permanen yang diakibatkannya sudah muncul ke ruang publik. Berbagai pihak pun mulai angkat bicara, menembak ke berbagai pihak yang dianggap sebagai kambing hitam, berdasar fakta dan dugaan. Sontak, Indonesia diramaikan dengan pembicaraan tentang Penyakit Minamata. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tak pelak, kasus ini mencuatkan nama sebuah kota di selatan Jepang, Minamata. Di kota inilah, beberapa dasawarsa silam, terjadi bencana mengerikan akibat polusi merkuri dari pabrik kimia. Malapetaka polusi merkuri di kota itu menimpa beberapa generasi di beberapa pemukiman di seputar Teluk Minamata, bahkan hingga mencapai kota-kota di sekitar Laut Shiranui. Media Kajian Sulawesi (MKS) sebuah organisasi yang bekerja mengumpulkan dan menyebarluaskan studi-studi tentang Sulawesi dan diasporanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Misi MKS adalah turut serta membantu masyarakat lokal menemukan jati dirinya dalam proses pembangunan menuju kemandirian yang lebih tinggi di dalam masyarakat global yang bermartabat. Media Kajian Sulawesi (MKS) bekerja sama dengan Association Medical Doctors of Asia (AMDA) Indonesia dan Center of South-East Asia Studies (CSEAS) Kyoto University akan melakukan sebuah acara yang berkaitan dengan kasus Buyat dan penyakit Minamata.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Acara tersebut diberi nama Peluncuran dan Diskusi Buku "Tragedi Minamata", Karya Prof. Dr. Harada Masazumi. Acara ini akan dilaksanakan di Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) Universitas Hasanuddin Makassar, Rabu 04 Mei 2005, Pukul 09.00 WITA.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sebagai pembicara dalam acara itu, akan hadir penulis buku Tragedi Minamata, Prof. Dr. Harada Masazumi, dari Jepang. Buku Tragedi Minamata karya Prof. Dr. Harada Masazumi (diterjemahkan dari versi Bahasa Inggris Minamata Desease, dalam Bahasa Jepang, Minamata Byo) dipenuhi deskripsi mengenaskan tentang korban, tentang kekeraskepalaan pihak pabrik penyebab tragedi, tentang rapuhnya ilmu kedokteran dalam memecahkan misteri penyakit minamata, serta kebebalan dan kelambanan pemerintah dalam menghadapi persoalan masyakat ini. Buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia semata-mata dimaksudkan untuk menjadi bahan kajian dan pembelajaran bagi masyarakat luas untuk mencegah kejadian di Minamata muncul di Bumi Indonesia, mengingat banyaknya industri yang berpeluang mencemarkan sungai, danau dan laut kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Media Kajian Sulawesi dengan ini mengundang pihak-pihak terkait dalam bencana pencemaran lingkungan, seperti; dokter, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pers, organisasi masyarakat, pengacara, akademisi, mahasiswa, dan para pemilik industri untuk menghadiri acara tersebut. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Ihsan Nasir (081524001877), Anna (08164383583) &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Media Indonesia:&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=63570"&gt;http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=63570&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-111477904792082012?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/111477904792082012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=111477904792082012' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/111477904792082012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/111477904792082012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/04/peluncuran-buku-minamata.html' title='Peluncuran Buku Minamata'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-111369992234695671</id><published>2005-04-17T09:27:00.000+09:00</published><updated>2005-04-17T10:13:07.146+09:00</updated><title type='text'>Kegagalan Diplomasi Jepang</title><content type='html'>Saat ini marak unjuk rasa anti-Jepang di berbagai kota di Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstran benci dengan kata-kata sangat kasar terhadap produk Jepang, pemerintah Jepang, apalagi orang Jepang. Bukan hanya lempar batu atau tomat ke bangunan Konjen Jepang di Shanghai dan merusakkan restoran Jepang atau mobil Jepang, tetapi juga memukul mahasiswa orang Jepang yang minum bir sampai pinsang berkali-kali hanya dengan alasan karena orang Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat keamanan tidak mencegah aksi-aksi kasar seperti ini dan mengatur demonstran dengan persiapan bis antar-jumput. Ada juga seorang polisi mengatakan bahwa saya juga sangat benci orang Jepang. Beberapa situs internet di Jepang termasuk Universitas Kumamoto diserang oleh hakker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemda Kota Shanghai berjanji kepada kalangan pengusaha Jepang untuk tidak mengizinkan aksi unjuk rasa anti-Jepang karena alasan ketertiban. Eeh, ternyata mereka membiarkan maraknya unjuk rasa kemarahan terhadap Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cina protes textbook SMA Jepang yang mana tulisannya tidak sesuai dengan pendapat Cina, meskipun textbook Jepang bukan ditentukan oleh pemerintah, tetapi dipilih oleh sekolah SMA masing-masing. Textbook bermasalah itu hanya digunakan kurang 5% SMA di Jepang.padahal, textbook Cina dan Korea semuanya ditentukan oleh pemerintah, maka tidak ada pilihan berbagai textbook seperti di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cina minta ucapan minta maaf atas kejahatan tentara Jepang terhadap masyarakat Cina waktu Perang Dunia Dua. Ternyata, dengan jalur diplomasi, Jepang sudah 17 kali minta maaf secara resmi terhadap Cina dan Korea. Namun fakta ini tidak diberitahukan kepada masyarakat Cina oleh pemerintah Cina. Maka, hampir semua demonstran tidak tahu fakta ini dan diajari oleh pemerintah Cina bahwa Jepang adalah musuh karena kejahatan dulu. Peristiwa kali ini sama sekali tidak diberitakan di dalam Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, munculnya berbagai unjunk rasa oleh petani dan masyarakat daerah di Cina karena masalah tanah atau lingkungan hidup. Aksi-aksi ini dicegah dan ditembak oleh aparat pengamanan, dam tentu tak diumumkan sebagai berita baik untuk dalam negeri maupun ke luar negeri. Ketekanan sosial di Cina berasal ketimpangan pertumbuhan ekonomi makin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Jepang sangat bingung mengapa begitu ramainya unjuk rasa. Padahal, sampai sejauh ini, demonstrasi di Cina tidak diperbolehkan dan pengawasannya sangat ketat. Mengapa kali ini saja begitu marak dan meluas kemana-mana? Hampir semua orang Jepang menduga ada keinginan pemerintah Cina di belakang unjunk rasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang ingin menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan sebelum peristiwa di Cina hampir dipastikan. Namun, Cina sebagai anggota tetapnya tidak mau Jepang masuk karena Cina merasa mewakili Asia. Saat ini Cina dan Korea ingin mencegah Jepang jadi anggotanya dengan cara apa pun. Selain ini, ada masalah senketa laut antara kedua pihak untuk pertambangan gas alam di sana. Kuatir apa yang terjadi pada KAA di Bandung bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia ini, tidak ada orang yang senang dibenci dengan kekerasaan begitu saja. Banyak orang Jepang sebetulnya marah atas kekerasaan yang dibiarkan di Cina. Namun mereka menahan agar tidak melakukan aksi balas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cina menganggap bahwa pengusaha Jepang tidak mungkin meninggalkan dari Cina karena Cina sudah menjadi pabrik di dunia, meskipun aksi-aksi kekerasaan ini. Cina tetap minta bantuan teknis dari Jepang dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, konflik antara Cina dan Jepang hampir selalu dipadamkan dengan ucapan minta maaf dari Jepang. Mungkin kali ini juga bisa demikian. Jepang bisa saja dipaksakan menyatakan tidak perlu jadi anggota DK-PBB, lalu hubungan Cina-Jepang jadi normal kembali. Apa boleh buat, ini adalah kegagalan diplomasi Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus membedakan antara berbagai masalah. Jepang dan Cina harus mengkaji fakta sejarah bersama-sama biarpun kenyataannya pahit buat salah-satu pihak. Jangan memaksakan pemahaman sepihak seperti textbook Cina yang sangat kontroversial (Jepang belum pernah protes tentang isi textbook Cina karena urusan Cina, meskipun isinya sangat anti-Jepang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ini puncaknya sebelum pergantian pelaku utama di Asia dari Jepang ke Cina. Jepang harus siap menjadi negara nomor dua yang biasa, tapi negara sumber ilmu dan teknologi dengan kebencian kekerasaan apa pun di Asia, dengan selalu tidak lupa retropeksi diri tentang apa yang Jepang lakukan dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-111369992234695671?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/111369992234695671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=111369992234695671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/111369992234695671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/111369992234695671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/04/kegagalan-diplomasi-jepang.html' title='Kegagalan Diplomasi Jepang'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-111041537381762628</id><published>2005-03-10T09:41:00.000+09:00</published><updated>2005-03-10T09:45:19.736+09:00</updated><title type='text'>Tajuk dari Kompas, 10 Maret 2005</title><content type='html'>Kenalilah Tanah Airmu dan Cintailah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSOALAN sekitar klaim Malaysia atas daerah Ambalat menyampaikan beberapa pesan. Di antaranya, kenalilah Tanah Air, cintai, olah, pelihara, serta pertahankanlah. Reaksi kita umumnya terhadap klaim atas Ambalat serupa dengan reaksi kita ketika oleh keputusan Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, kita kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi itu, di antaranya, kita segera bertanya di mana letak daerah Ambalat? Kita pun mencarinya di peta, seraya bertanya kiri-kanan, serta mencermati peta dan keterangannya dalam surat kabar dan televisi. Kini kita tahu, kita bisa membayangkan, di mana letak Ambalat. Daerah Laut Sulawesi, hampir dekat pada Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Serawak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu letak Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Kepulauan Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kita kenal beberapa pulai kecil lainnya, seperti Sangir Talaud dan Buru. Tetapi jumlah itu belum ada sepuluh dari 17.500 lebih pulau yang merupakan gugusan Kepulauan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Tanah Air dan negeri kita. Itulah negara Republik Indonesia, sungguh suatu negeri kepulauan, terdiri dari 17.500 lebih pulau besar dan kecil, yang berpenghuni maupun yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APAKAH kita harus mengenal dan mengetahui nama dan letak lebih dari 17.500 pulau itu? Tidaklah mungkin, kita sebagai warga negara biasa mengenal semuanya. Kita mengenal yang besar, yang berpenghuni, tetapi kita sebenarnya layak mengenal dan mengetahui seluruh sosok negeri kepulauan kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pemerintah, berbagai lembaga dan instansi yang bersangkutan, serta para ilmuwan, lembaga sipil maupun militer, wajib mengetahui dan mengenalnya lebih lengkap. Terutama haruslah mengetahui dan mengenal pulau-pulau serta daerah-daerah yang rawan diklaim oleh negara tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja, jika klaim sudah terjadi barulah kita terutama instansi, pejabat, dan orang-orang yang seharusnya wajib mengetahui, juga baru kebakaran jenggot. Barulah kelabakan dan sadar bahwa perangkat pertahanan yang memadai harus diadakan dan dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAGI pula, zaman berkembang dan berubah. Kenal Tanah Air, cinta Tanah Air, kenal bangsa dan negara, cinta bangsa dan negara, merupakan warisan serta pergerakan sejarah yang amat kuat pada kita, bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengenal dan mewarisi pergerakan rakyat dan pergerakan nasional. Kita mewarisi pergerakan dan perjuangan Indonesia merdeka. Kita bahkan pelopornya bersama negara-negara Asia dan Afrika lainnya. Pergerakan dan Konferensi Asia Afrika kebetulan akan kita peringati pada bulan April mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang kita maksudkan sebagai perkembangan dan perubahan dalam pergerakan nasional berikut berbagai implikasinya seperti mengenal dan cinta Tanah Air?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Indonesia merdeka, dapatlah dinyatakan secara arus besar, pergerakannya dari bawah. Pergerakannya berupa interaksi daerah dan pusat. Amat jelas dan nyata, arah dan arus dinamika itu.&lt;br /&gt;Setelah Indonesia merdeka, apalagi jika kita lukiskan sebagai kontras, arus pergerakan semakin lebih dari pusat ke daerah. Sentralisme dalam tata pemerintahan dan politik pemerintahan juga karena menghadapi berbagai pergolakan, semakin terpusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya titik balik pun tercapai. Desentralisasi, otonomi, bahkan otonomi khusus untuk dua daerah, Papua dan Aceh, kita berlakukan. Berlangsung arus balik. Kembali dinamika dipicu dari daerah, berinteraksi dengan pusat. Tetap negara kesatuan, tetapi negara kesatuan yang menganut otonomi luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARUS balik dalam pola interaksi itulah yang kita jalani dan kita selenggarakan kini. Zaman berkembang seraya berubah. Beragam dinamika muncul dari arus balik itu. Titiknya bersentral pada otonomi pemerintah daerah. Otonomi dalam menyelenggarakan pemerintahan serta membangun kesejahteraan daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbuka kesempatan untuk mengenal dan mengetahui daerah berikut wilayahnya. Tentunya berikut juga isi penduduknya, berikut kekayaan sumber dan lingkungan alamnya, berikut kehidupan seni dan budayanya, berikut peninggalan sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, pengenalan dan pengetahuan Tanah Air berikut penduduk, lingkungan, sumber alam, serta kemacamragaman seni budayanya, berdinamika dari daerah, dari bawah. Lebih dekat pada sumber dan akar rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAU tidak mau, dinamika pemerintahan serta dinamika pembangunan dan pengembangan negara, bahkan juga pembangunan komunitas, bangsa dan negara, juga berdinamika dari bawah. Bukan lagi sentralisme dan sentralistis, tetapi berinteraksi, berdialog, berkomunikasi dalam kebersamaan otonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus balik yang demikian itu, rupanya, sejalan dengan dampak dan proses globalisasi. Globalisasi mengentakkan kebangkitan masyarakat bangsa-bangsa. Bagaimana secara proaktif dan secara percaya diri menghadapi arus global yang bermanifestasi dalam ekonomi, perdagangan, pengetahuan, teknologi, industri, serta arus informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasif menyerah, kita sekadar ngomel dan protes atau kita bangkit menghadapi kenyataan yang dihadapi oleh semua bangsa dan negara itu? Kita gerakkan dinamika yang bersumber dari jati diri bangsa, pandangan kenegaraan dan kemasyarakatan bangsa, tetapi juga dari kemauan bekerja keras, olah kecerdasan, olah ilmu dan teknologi, olah ekonomi dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sebatas mengeluh dan protes, tetapi kita memberinya respons secara proaktif, cerdas, bijak, efektif. Kita tidak saja pandai bicara dan tunjuk muka, tetapi juga mau bekerja keras, tidak mau kalah cerdas, kerja keras, hemat, pandai mengelola sumber alam dan marilah keluar bersama dari jerat dan stigma sebagai bangsa terkorup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITULAH tantangan tetapi juga kesempatan, yang agar diraih bahkan digenggam oleh kita, rakyat Indonesia, oleh elite dan pimpinan masyarakat, oleh partai dan semua pergerakan masyarakat, oleh pimpinan bangsa dan negara. Kalau negara-negara lain bisa, mana mungkin kita tidak bisa. Pasti kita bisa kalau ada kemauan bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-111041537381762628?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/111041537381762628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=111041537381762628' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/111041537381762628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/111041537381762628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/03/tajuk-dari-kompas-10-maret-2005.html' title='Tajuk dari Kompas, 10 Maret 2005'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110782212778916885</id><published>2005-02-08T09:11:00.000+09:00</published><updated>2005-02-08T09:22:07.790+09:00</updated><title type='text'>INSPi tur di Indonesia</title><content type='html'>INSPi adalah suatu grup vokal tanpa alat musik (a cappella) yang mulai kenal dari wilayah Osaka. Maaf, saya juga baru tahu ada grup ini. Menurut Jakarta Shimbun (surat kabar bahasa Jepang di Jakarta), INSPi akan mengadakan concert di 3 kota di Indonesia termasuk TIM di Jakarta selama dua minggu pada Februari ini. Concert mereka di Indonesia hampir dibatalkan karena ada bencana besar, namun mereka ingin menyani untuk memberikan rasa solidaritas dan semangat hidup untuk korban bencana gempa dan tsunami. Semoga hati mereka dapat menumbus hati masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info tentang INSPi: &lt;a href="http://www.hamonica.com/inspi/"&gt;http://www.hamonica.com/inspi/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah ikut kelompok paduan suara laki-laki waktu SMA (kebetulan SMA saya hanya siswa laki-laki saja) dan universitas.  Melihat berita tentang INSPi ini, rasanya cukup nostalgis waktu menyani setiap hari. kebetulan teman saya saat ini sedang mencari lagu-lagu Indonesia yang disiapkan untuk paduan suara (laki-laki, perempuan atau campuran). Fungsi musik dan seni budaya, saya percaya, cukup kuat untuk menuju kehidupan positif dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110782212778916885?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110782212778916885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110782212778916885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110782212778916885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110782212778916885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/02/inspi-tur-di-indonesia.html' title='INSPi tur di Indonesia'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110669943784293997</id><published>2005-01-26T09:24:00.000+09:00</published><updated>2005-01-26T09:32:01.896+09:00</updated><title type='text'>Pengalaman Gempa Bumi Kobe</title><content type='html'>Ada beberapa website tentang penjelasan tentang pengalaman pasca gempa bumi Kobe (17 Januari 1995), dengan bahasa Inggris. Misalnya yang berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://web.kyoto-inet.or.jp/org/gakugei/kobe/key_e/index.htm"&gt;http://web.kyoto-inet.or.jp/org/gakugei/kobe/key_e/index.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah sarankan kepada teman-teman mahasiswa Indonesia asal Aceh untuk membuat versi bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik tulisan semacam ini tersebar ke teman-teman Indonesia sebagai bahan pembahasan mengenai proses rekonstruksi Aceh jangka menengah panjang. Keypoint adalah "penciptaan daerah/komunitas oleh masyarakat setempat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang lain, akan saya posting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang turunnya salju di wilayah Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110669943784293997?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110669943784293997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110669943784293997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110669943784293997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110669943784293997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/01/pengalaman-gempa-bumi-kobe.html' title='Pengalaman Gempa Bumi Kobe'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110615321985701701</id><published>2005-01-20T01:44:00.000+09:00</published><updated>2005-01-20T01:46:59.856+09:00</updated><title type='text'>An Opportunity for Indonesia</title><content type='html'>Ada tajuk dari Japan Times (Bahasa Inggeris) yang berjudul "An Opportunity for Indonesia". Silahkan klik site bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.japantimes.co.jp/cgi-bin/geted.pl5?ed20050119a1.htm"&gt;http://www.japantimes.co.jp/cgi-bin/geted.pl5?ed20050119a1.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110615321985701701?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110615321985701701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110615321985701701' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110615321985701701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110615321985701701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/01/opportunity-for-indonesia.html' title='An Opportunity for Indonesia'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110615277176539535</id><published>2005-01-20T01:24:00.000+09:00</published><updated>2005-01-20T01:39:31.766+09:00</updated><title type='text'>Terbentuk JAN (Japan Aceh Network)</title><content type='html'>Teman-teman kami, orang-orang Jepang pencinta Indonesia, sekitar 25 orang kumpul di Takada-no-Baba, Tokyo, dalam turunnya hujan dingin pada 15 Januari. Kami membahas  tentang keadaan Aceh saat ini dan apa yang paling tepat jika kami melakukan sesuatu kegiatan bantuan. Ada pengimbauan dari redaksi Serambi Indonesia, satu-satunya surat kabar lokal Aceh yang dipercaya oleh masyarakat, bahwa perlu dana untuk terdapat tempat darurat yang digunakan untuk sekolah, atau puskesmas, atau tempat ngobrol untuk meredam stres dan trauma. Dengan kain plastik dan empat buah kayu tembok, bisa bertahan sampai mulainya pembangunan kembali bangunan-bangunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami setuju untuk membantu bukan makanan dan obat-obatan yang banjir di tampungan namun belum lancar distribusinya, tetapi hal-hal yang kecil tetapi urgen untuk kegiatan komunitas sehari-hari. Kami memutuskan membuat suatu wadah yang bekerjasama dengan Serambi Indonesia yang paling tahu keadaan di Aceh saat ini. Kami memberikan nama "Japan Aceh Net" atau "JAN" terhadap wadah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berpikir bahwa orang Aceh menghadapi bukan bencana alam saja tetapi juga bencana yang dibuat manusia yang namanya keadaan darurat bersama akumlasi tragedi selama puluhan tahun ini. Kegiatan JAN kami baru mulai tetapi jalannya masih panjang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang ingin menyumbang dana untuk JAN, silahkan salurkannya ke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor Wesel Kantor Pos Jepang: 00190-5-544521&lt;br /&gt;Atas Nama: Indonesia Bunkakyu&lt;br /&gt;(Jangan lupa menyampaikan nama penyumbang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110615277176539535?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110615277176539535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110615277176539535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110615277176539535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110615277176539535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/01/terbentuk-jan-japan-aceh-network.html' title='Terbentuk JAN (Japan Aceh Network)'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110537679828202875</id><published>2005-01-11T01:54:00.000+09:00</published><updated>2005-01-11T02:08:09.726+09:00</updated><title type='text'>Jepang harus berperan</title><content type='html'>Surat kabar Jepang menyatakan bahwa Jepang sebagai negara yang paling sering mengalami bencana gempa dan tsunami di dunia harus berperan sebagai pelaku untuk membantu korban gempa dan tsunami kali ini. Menurut kabar, ini telah disikapi oleh pemerintah Jepang dan pemerintah Jepang tidak mau kalah jumlah bantuan daripada negara atau instansi donor lain termasuk AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Jepang telah mengirim Pasukan Badan Pembela Diri sebesar 1000 orang ke Aceh, namun di Jepang tidak dengar suara protes terhadap pengiriman mereka dari pihak sayap kiri. Ini sangat berbeda dengan waktu Pasukannya dikirim ke Irak tahun lalu. Kegiatan Pasukan kali ini dibatasi upaya kemanusiaan dan penyelamatan korban dan itu cukup dipahami oleh masyarakat Jepang. Namun, rupanya PM Koizumi memanfaatkan kesempatan kali ini agar pengiriman Pasukannya dirasakan biasa oleh masyarakat Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat berharap agar kegiatan Pasukan Badan Pembela Diri Jepang berperan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan masyarakat Aceh. Sebentar lagi, Hari Peringatan Bencana Gempa Bumi Kobe pada 17 Januari tahun 1995 datang. Mungkin ada juga yang mengikuti kegiatan serupa waktu itu di Kobe di dalam anggota Pasukan yang sedang berada di Aceh kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Jepang akan peringati Hari Kejadian Gempa Kobe dengan rasa khusus sambil mengikuti berita-berita perkembangan kondisi Aceh dan daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110537679828202875?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110537679828202875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110537679828202875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110537679828202875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110537679828202875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/01/jepang-harus-berperan.html' title='Jepang harus berperan'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110462679493941588</id><published>2005-01-02T09:39:00.000+09:00</published><updated>2005-01-02T09:46:34.940+09:00</updated><title type='text'>Penjarahan di Tengah Musibah</title><content type='html'>Ada berita yang sangat sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil dari &lt;a href="http://www.gempaaceh.com/index.php?option=content&amp;task=view&amp;amp;id=16"&gt;http://www.gempaaceh.com/index.php?option=content&amp;task=view&amp;amp;id=16&lt;/a&gt; tentang moral penanganan mayat musibah. Kiranya warga setempat sudah hilang kemanusiaannya dan menjadi gila. Astaga..... Jika demikian, buat apa kita dan seruluh dunia mau membantu Indonesia? Mohon aparat segera menghentikan aksi ini dan menyingkirkan para orang gila ini dari tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjarahan di Tengah Musibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info relawan: Dari Banda Aceh dilaporkan bahwa banyak orang yang tidak bertanggungjawab dengan berkedok mencari saudara mulai melakukan penjarahan, bahkan tidak segan-segan menginjak mayat untuk mengambil harta benda korban tsunami. Umumnya yang dijarah adalah reruntuhan toko-toko emas, dll, juga dari media harian Waspada telah mengangkat berita yang sama. Masya Allah ada juga yang mengambil kesempatan dalam kesusahan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjarah yang terjadi di Banda Aceh dilakukan oleh orang luar/bukan orang aceh. Malah mereka yang berkedok relawan juga meminta biaya sekitar 200-500rb baru mau melakukan/mengevakuasi mayat-mayat. Kebanyakan mereka relawan dari Luar aceh. Masya allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menari di atas mayat yang bergelimpangan. Benarlah rakyat kita terutama yang berkedok relawan moralnya sangat dan sangat bejat rela melakukan hal-hal seperti menjarah, meminta bayaran untuk mengangkat mayat, ALLAHUAKBAR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110462679493941588?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110462679493941588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110462679493941588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110462679493941588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110462679493941588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2005/01/penjarahan-di-tengah-musibah.html' title='Penjarahan di Tengah Musibah'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110429767353800914</id><published>2004-12-29T14:07:00.000+09:00</published><updated>2004-12-29T14:21:13.540+09:00</updated><title type='text'>Dompet Bencana Aceh</title><content type='html'>Ini tulisan dari detik.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detikcom - Jakarta, Jika Anda tergerak menyumbang korban gempa dan tsunami Aceh, jangan bingung menyalurkannya. Selain lewat berbagai media masa yang membuka dompet bencana Aceh, Anda juga bisa menyerahkan kedermawanan Anda lewat organisasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja &lt;strong&gt;PMI DKI Jakarta&lt;/strong&gt;. Dalam rilisnya pada detikcom, Senin (26/12/2004)  PMI Jakarta membuka rekening Criris Center di Bank Lippo Cabang Slipi. Nomor rekeningnya adalah 746-30-05218-4. Atau hubungi kantor PMI Jakarta di Jl Kramat Raya No 47, telepon 021-3098422.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam e-mailnya pada detikcom, &lt;strong&gt;Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang&lt;/strong&gt; membuka kotak amal serupa. Masyarakat Indonesia di Jepang bisa menyalurkan sumbangannya ke:&lt;br /&gt;  Bank  : Mitsui Sumitomo Bank&lt;br /&gt;  Cabang: Jiyugaoka&lt;br /&gt;  Nama  : PPI Jepang Hastari Eka Anandhita&lt;br /&gt;  No. Rek : 6761431&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa langsung menghubungi posko penanggulangan bencana nasional yang dipusatkan di &lt;strong&gt;Bandara Polonia-Medan&lt;/strong&gt;. Silakan hubungi (061) 4566524 atau langsung ke Humas Posko yaitu Edy Sofyan dengan nomor ponsel 0811-618910.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, &lt;strong&gt;Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi)&lt;/strong&gt; menyerukan agar bantuan diberikan langsung melalui Pemprov Provinsi NAD dan Sumut. "Untuk mengetahui perkembangan bantuan dimaksud harap kesediannya untuk mengirimkan kopi bukti pengiriman bantuan ke kantor Apkasi melalui fax (021) 3867671," tulis Apkasi dalam rilisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aceh Working Group (AWG)&lt;/strong&gt; juga siap menampung sumbangan Anda. Untuk lengkapnya, silakan hubungi KontraS di Jl. Borobudur No 14 Jakarta Pusat, telp  021-3926983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos-pos penampungan bantuan juga dibuka di beberapa tempat. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya  bisa mengantar langsung ke alamat berikut ini atau transfer ke rekening No 2-072-267-196 BII Cabang Proklamasi atas nama KontraS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos Penampungan Bantuan:&lt;br /&gt;1. KontraS&lt;br /&gt;  Jl. Borobudur no 14 Jakarta Pusat&lt;br /&gt;  Telp 021-3926983&lt;br /&gt;2. Kalyanamitra&lt;br /&gt;  Jl Kaca Jendela II No 9 Rawa Jati Kalibata&lt;br /&gt;  Telp. 021-7902109&lt;br /&gt;3. LBH-Apik&lt;br /&gt;  Jl Raya Tengah No 16 RT 01/09 Kampung Tengah Kramatjati&lt;br /&gt;  Telp 021-87797289&lt;br /&gt;4. Solidaritas untuk Rakyat Aceh (SEGERA)&lt;br /&gt;  Jl Tebet Barat Dalam VIII L No 2 Jaksel&lt;br /&gt;  Telp 021-8309061&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Pimpinan Pusat (DPP) &lt;strong&gt;Hidayatullah&lt;/strong&gt; juga turun tangan. Hidayatullah melalui Baitul Maal Hidayatullah (BMH) telah mendirikan Pos  Peduli Hidayatullah di Nias (Sumatera Utara) dan di Lhokseumawe (NAD) untuk  membantu korban. Anda bisa menyalurkan bantuan melalui Rekening Yayasan Baitul Maal Hidayatullah: BCA 553.0111.999 atau BNI 037.8924.923. Contact Persons: (Jakarta) M Isnaini 08888127229 atau (Koordinator Sumatera) M Amin 081364442083.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Blora Center&lt;/strong&gt;, lembaga pendukung SBY,  juga membuka POsko Blora Peduli. Posko ini menerima bantuan dari masyarakat berupa uang, pakaian, makanan, obat-obatan, buku, dll. Bantuan berupa uang bisa ditransfer melalui Blora Center Peduli No Rek BCA: 5800-139-009. Bantuan berupa natura bisa disalurkan ke Posko Blora Center Peduli di Jl Teluk Betung 25 (Blora), Menteng, Jakpus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Palang Merah Indonesia (PMI)&lt;/strong&gt; juga menyalurkan sumbangan masyarakat. Silakan kirimkan bantuan Anda ke rekening kantor pusat PMI, BCA Cabang Menara Bidakara, Jakarta No 450-666.000.9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum PMI, Mar'ie Muhammad mengunjungi Aceh sejak Minggu siang untuk memantau dan mengkoordinasi aksi bantuan. Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan adalah bahan pangan siap saji dan makanan nutrisi tambahan untuk balita; tenda; pakaian; &lt;i&gt;sanitary kit&lt;/i&gt;; obat-obatan dan kantong mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DPW PKS Jawa Timur&lt;/strong&gt; juga membuka Posko Solidaritas Aceh bertempat di kantor DPW PKS Jawa Timur, Galaxy Bumi Permai Blok H-5 No 6, Surabaya, Telp (031) 5993760 dan seluruh kantor DPD PKS se-Jawa Timur. Bisa juga langsung ditransfer ke BCA atas nama PKS No Rek 7600-32-1166 atau ke Bank Syariah Mandiri atas nama PKS No Rek 003.0071601.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rilisnya, &lt;strong&gt;Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia&lt;/strong&gt; bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur juga menggalang dana Aceh. Bantuan diterima dalam bentuk apa pun juga, seperti uang, makanan, barang-barang, mahu pun pakaian layak pakai. Untuk keterangan lebih lanjut, masyarakat Indonesia di Malaysia bisa menghubungi: Bambang Winarko, Ketua Umum PPI Malaysia, (60) - 0126562531 Bambang Aris, Ketua Bidang Kerjasama dan Kepedulian Sosial, (60) - 0163958789.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI)&lt;/strong&gt; juga meminta agar umat turut memberi bantuan dana, makanan, pakaian dan obat-obatan.  Sumbangan dana bisa dikirmkan melalui rekening MUI di Bank Muamalat cabang  Sudirman Jakarta nomor 301.0008710 dan rekening MUI di Bank Syariah Mandiri  cabang MH Thamrin Jakarta nomor 009.0072348.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa menyalurkan sumbangan Anda lewat &lt;strong&gt;rekening BCA&lt;/strong&gt; di: &lt;strong&gt;Bakti BCA&lt;/strong&gt;: No Rek 001-988-8888; &lt;strong&gt;Indosiar "Kita Peduli"&lt;/strong&gt;: No Rek 001-304-0009; &lt;strong&gt;PUndi Amal SCTV&lt;/strong&gt;: No Rek 084-266-2000; &lt;strong&gt;RCTI Peduli&lt;/strong&gt;: No Rek 128-300-7000; &lt;strong&gt;Metro Group "Dompet Kemanusiaan Indonesia Menangis"&lt;/strong&gt;: No Rek 309-300-7979; &lt;strong&gt;"Dana Kemanusiaan Kompas-Bencana Aceh"&lt;/strong&gt;: No Rek 012-301-6600; &lt;strong&gt;Suara Pembaruan "Dompet Bencana"&lt;/strong&gt;: No Rek 273-300-9004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bank Muamalat&lt;/strong&gt; juga membuka dua rekening untuk korban musibah Aceh, yaitu No Rek 301.00014.12 a/n Bantuan Kemanusiaan dan No Rek 221.21079.22 a/n Dompet Peduli Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BNI 46&lt;/strong&gt; juga membuka Rekening BNI Peduli Aceh di nomor 259.001399999.901.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110429767353800914?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110429767353800914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110429767353800914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110429767353800914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110429767353800914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2004/12/dompet-bencana-aceh.html' title='Dompet Bencana Aceh'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110416499481143995</id><published>2004-12-28T01:11:00.000+09:00</published><updated>2004-12-28T10:05:54.716+09:00</updated><title type='text'>Bencana Tragis oleh Gempa dan Tsunami</title><content type='html'>Gempa bumi dan Tsunami. Kalau orang Jepang, dua kata ini sudah sangat populer. Jepang selalu hati-hati jika ada gempa dan tsunami karena Jepang terkenal sebagai negara yang sering terjadi tersebut, seperti Gempa Kobe pada tahun 1995 dan Gempa Chuetsu pada Oktober 2004 baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat orang-orang di Aceh, Sumut, Phuket, Penang, Sri Lanka, Channai, Kenya dan Somalia, tak mungkin menduga terlebih dahulu akan ada kaitan antara gumpa dan tsunami. Mungkin baru pertama kali terasa begitu hancurnya semua oleh gempa dan tsunami. Di perairan Samudra India, belum ada sistem pemantauan gempa dan tsunami secara internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang Jepang yang membiasakan gempa dan tsunami sangat peduli dan memperhatikan korban-korban bencana tragis kali ini. Namun, belum lengkap informasi tentang keadaan di Aceh dan Sumut, khususnya Aceh di dalam wilayah darulat sipil yang sangat eksklusif terhadap orang luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu gempa di Kobe atau di Chuetsu, sebelum pemerintah bergerak, banyak sukarelawan tanpa dibayar bondong-bondong ke tempat musibah dan menolong orang-orang yang menderita setempat. Banyak NGO dan NPO juga bergerak. Ini dinilai &lt;em&gt;civil society&lt;/em&gt; di Jepang mulai matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana di Indonesia? Apakah ada LSM atau sukarelawan ingin datang ke tempat untuk menolong orang setempat? Bagaimana LSM-LSM di Sumatra, Sulawesi, Maluku, atau Jawa yang bergerak seperti itu? Mengapa orang Sulawesi, Papua atau Jawa atau Indonesia yang lain mencoba menolong orang Aceh dan Sumut sebagai sesama orang Indonesia? Ingat, gempa bukan saja kali ini, tetapi telah di Alor, Nabire dan tempat-tempat lain juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mimpi saya. Dan, apa yang harus saya lakukan di Jepang untuk tragedi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110416499481143995?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110416499481143995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110416499481143995' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110416499481143995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110416499481143995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2004/12/bencana-tragis-oleh-gempa-dan-tsunami.html' title='Bencana Tragis oleh Gempa dan Tsunami'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110358958455527537</id><published>2004-12-21T09:21:00.000+09:00</published><updated>2004-12-21T09:39:44.556+09:00</updated><title type='text'>"Perubahan" berubah</title><content type='html'>Pada tgl 18 tengah malam atau dini hari tgl 19 Desember, Munas Partai Golkar memilih Wapres Jusuf Kalla sebagai ketua umumnya baru. Dengan ini, mantan ketum Akbar Tanjung kalah dan turun dari panggung politik atas. Partai Golkar dibawah JK pasti menjadi parpol pro-pemerintah. SBY-JK sudah berhasil memperkokoh landasan dukungan politik di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu SBY-JK menang di Pemilu, banyak orang Jepang kuatir ttg konflik antara eksekutif dan legislatif. namun saya sudah yakin bahwa kemenangan SBY-JK akan membuat basis dukungan baru dengan restructuring dunia parpol termasuk gabungan dan pisahan antara parpol. dari segi perilaku politisi di Indonesia, sebagian besar anggota DPR akan ikut yang menang, tak terkecuali politisi Golkar, asal popularitas SBY-JK masih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pemilu, SBY-JK sengaja menhindari koalisi yang luas dan ini sangat berbeda dengan Koalisi Kebangsaan. SBY-JK menyatakan koalisi terbatas akan menciptakan parpol oposisi yang sehat dan inilah kontribusi untuk demokratisasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memperhatikan popularitas SBY-JK dari masyarakat. Justru saya menduga bahwa parpol oposisi akan muncul jika Mega-Hasyim menang. SBY dan rekan-rekan yang teriak "perubahan" tak mungkin bisa bergabung dengan "status quo". Jika demikian, PKS pasti berupaya menjadi propol oposisi.  Kemenangan SBY-JK yang popular dan parpol yang masih cukup opportunis memundurkan kemunculan parpol oposisi yang sehat, khususnya dengan kemanangan Pak JK di Partai Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDIP dulu mempunyai kesempatan menjadi parpol oposisi waktu Mega kalah dari Gus Dur. Namun kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan secara baik. Apakah kali ini PDIP mau demikian atau ikut "perubahan" juga seperti di Golkar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perubahan" mulai berubah. Perubahan untuk stabilitas politik sebagai persyaratan dasar untuk mewujudkan perubahan.  Benarkah? Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110358958455527537?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110358958455527537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110358958455527537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110358958455527537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110358958455527537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2004/12/perubahan-berubah.html' title='&quot;Perubahan&quot; berubah'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110312821784379479</id><published>2004-12-16T01:08:00.000+09:00</published><updated>2004-12-16T01:30:17.843+09:00</updated><title type='text'>Abad "Asian"</title><content type='html'>Beberapa minggu lalu, saya membaca buku berjudul "Abad 'Asian': Budaya &lt;em&gt;Cross-Border&lt;/em&gt; yang diciptakan oleh Generasi Baru", ditulis oleh Mizuho Asuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak orang-orang Jepang, tertama generasi muda, senang jalan-jalan ke tempat-tempat yang berlokasi di Asia. Pergi ke Bali untuk menikmati estetik. Pocket Monster, kartun asal Jepang, disenangi oleh anak-anak dimana-mana. Pemuda Jepang pergi ke Vietnam untuk makan kue manisan seperti ke Shibuya atau Yokohama di Jepang. Lalu mereka beli oleh-oleh dan bawa pulang ke Jepang, bersama suasananya juga. Mereka merasa cantik atau indah atas apa yang mereka beli atau mereka menikmati di Asia. Tidak ada lagi perbedaan antara Jepang dan Asia lain. Sudah terlihat pergaulan secara alami dan horisontal antara budaya Jepang dan budaya Cina, budaya Taiwan, budaya Indonesia, dan sebagainya. Mizuho menyebut inilah penciptaan budaya baru dinamakan "Asian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua puluh tahun yang lalu, seorang pengamat ekonomi orang Jepang mengatakan bahwa Asia adalah seperti tempat sampah dan hanya Jepang saja yang bisa maju. Mungkin dia termasuk generasi tua yang masih dipengaruhi pandangan dulu, seperti Jepang sebagai saudara tua Asia pada zaman Perang Dunia Dua. Pandangan ini tentu menjadi kuno sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu teriak "Asia bersatu" atau "Kita Bersaudara sesama orang Asia". Pergaulan biasa-biasa saja justru menciptakan budaya "Asian" yang tidak bisa ditiru oleh dunia Barat. Mari kita menikmati Abad "Asian" bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110312821784379479?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110312821784379479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110312821784379479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110312821784379479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110312821784379479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2004/12/abad-asian.html' title='Abad &quot;Asian&quot;'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110289950883322778</id><published>2004-12-13T09:34:00.000+09:00</published><updated>2004-12-13T09:58:28.833+09:00</updated><title type='text'>Penyakit Minamata belum selesai ...</title><content type='html'>Seorang pegawai negeri Departemen Lingkungan Hidup Pemerintah Jepang mendatangi suatu rumah seorang yang tua di Osaka dan sambil menangis ucapkan minta maaf atas kekurangan dan ketidakseriusan pihak pemerintah. Orang yang tua, penderita penyakit Minamata dan sudah lama tidak diakuinya oleh pemerintah, mengatakan kepadanya secara poros "sudah lama sekali ... ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan September lalu, pengadilan tinggi Osaka menyatakan kesalahan pemerintah atas ketidakakuinya penderita penyakit Minamata selama puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Minamata muncul sejak 1960-an sebagai dampak pencemaran Teluk Minamata, di pulau Kyushu, oleh merkuri berat dibuang dari perusahaan swasta, Chisso. Awalnya, kucing yang makan ikan dari laut tiba-tiba mati secara misterius. Lalu, orang-orang yang memakan ikan dari laut juga mengalami hal yang demikian. Menurut penderita penyakit Minamata, rasa sakitnya luar biasa dan getaran dan sakit badannya tidak hilang sampai dia mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita menuntut perusahaan Chisso dan pemerintah agar bertanggungjawab atas munculnya penyakit Minamata ini. Pengadilan Negeri akhirnya memenangkan pihak penderita penyakit Minamata. Pemerintah Pusat mulai menangani masalah ini dengan menentukan siapa yang merupakan penderita penyakit Minamata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam proses ini ada yang ditentukan sebagai penderita dan memperoleh ganti rugi dari perusahaan dan ada juga yang tidak. Selain itu terjadi perselisihan antara karyawan perusahaan Chisso dengan keluarganya yang juga merupakan bagian dari penduduk Kota Minamata yang menderita penyakit Minamata, akibatnya masyarakat Minamata tidak kompak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Minamata sendiri dicap seolah-olah semuanya penderita penyakit Minamata, akhirnya didiskriminasi oleh orang luar Minamata. Banyak orang tidak bisa nikah karena berasal dari Minamata. Ada diskriminasi dalam di Minamata dan ada diskriminasi Minamata oleh orang luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Chisso menghasilkan bahan-bahan plastik yang perlu dipakai untuk segala macam alat dan produk plastik, yang memberikan kenyamanan dan kemajuan kehidupan kita selama ini. Artinya, kehidupan kita sendiri pun tidak bisa terlepas dari pengorbanan penderita penyakit Minamata. Kita tidak bisa menenangkan perasaan sakit para penderita penyakit Minamata kecuali berupaya tidak mengulangi kesalahan ini sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, buku berjudul "Tragedi Minamata" akan diterbitkan di Indonesia (penerjemahan dari buku asli Jepang). Jika berminat secara rinci apa yang terjadi di Minamata, silahkan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110289950883322778?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110289950883322778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110289950883322778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110289950883322778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110289950883322778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2004/12/penyakit-minamata-belum-selesai.html' title='Penyakit Minamata belum selesai ...'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9567455.post-110278870019380355</id><published>2004-12-12T03:09:00.000+09:00</published><updated>2004-12-12T03:11:40.193+09:00</updated><title type='text'>Pendahuluan</title><content type='html'>Saya mencoba mulai menulis hal-hal yang saya cermati di dalam Blog ini.&lt;br /&gt;Jika ada saran dan komentar, silahkan sampaikan kepada saya.&lt;br /&gt;Maaf, Blog ini ditulis dengan Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng KM&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9567455-110278870019380355?l=daengkm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://daengkm.blogspot.com/feeds/110278870019380355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9567455&amp;postID=110278870019380355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110278870019380355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9567455/posts/default/110278870019380355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://daengkm.blogspot.com/2004/12/pendahuluan.html' title='Pendahuluan'/><author><name>Daeng KM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16402293530508786960</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
