Wednesday, January 26, 2005

Pengalaman Gempa Bumi Kobe

Ada beberapa website tentang penjelasan tentang pengalaman pasca gempa bumi Kobe (17 Januari 1995), dengan bahasa Inggris. Misalnya yang berikut:

http://web.kyoto-inet.or.jp/org/gakugei/kobe/key_e/index.htm

Saya sudah sarankan kepada teman-teman mahasiswa Indonesia asal Aceh untuk membuat versi bahasa Indonesia.

Lebih baik tulisan semacam ini tersebar ke teman-teman Indonesia sebagai bahan pembahasan mengenai proses rekonstruksi Aceh jangka menengah panjang. Keypoint adalah "penciptaan daerah/komunitas oleh masyarakat setempat".

Jika ada yang lain, akan saya posting lagi.

Sedang turunnya salju di wilayah Tokyo.


Daeng KM


Thursday, January 20, 2005

An Opportunity for Indonesia

Ada tajuk dari Japan Times (Bahasa Inggeris) yang berjudul "An Opportunity for Indonesia". Silahkan klik site bawah ini.

http://www.japantimes.co.jp/cgi-bin/geted.pl5?ed20050119a1.htm


Daeng KM

Terbentuk JAN (Japan Aceh Network)

Teman-teman kami, orang-orang Jepang pencinta Indonesia, sekitar 25 orang kumpul di Takada-no-Baba, Tokyo, dalam turunnya hujan dingin pada 15 Januari. Kami membahas tentang keadaan Aceh saat ini dan apa yang paling tepat jika kami melakukan sesuatu kegiatan bantuan. Ada pengimbauan dari redaksi Serambi Indonesia, satu-satunya surat kabar lokal Aceh yang dipercaya oleh masyarakat, bahwa perlu dana untuk terdapat tempat darurat yang digunakan untuk sekolah, atau puskesmas, atau tempat ngobrol untuk meredam stres dan trauma. Dengan kain plastik dan empat buah kayu tembok, bisa bertahan sampai mulainya pembangunan kembali bangunan-bangunan tersebut.

Kami setuju untuk membantu bukan makanan dan obat-obatan yang banjir di tampungan namun belum lancar distribusinya, tetapi hal-hal yang kecil tetapi urgen untuk kegiatan komunitas sehari-hari. Kami memutuskan membuat suatu wadah yang bekerjasama dengan Serambi Indonesia yang paling tahu keadaan di Aceh saat ini. Kami memberikan nama "Japan Aceh Net" atau "JAN" terhadap wadah tersebut.

Kami berpikir bahwa orang Aceh menghadapi bukan bencana alam saja tetapi juga bencana yang dibuat manusia yang namanya keadaan darurat bersama akumlasi tragedi selama puluhan tahun ini. Kegiatan JAN kami baru mulai tetapi jalannya masih panjang sekali.

Jika ada yang ingin menyumbang dana untuk JAN, silahkan salurkannya ke:

Nomor Wesel Kantor Pos Jepang: 00190-5-544521
Atas Nama: Indonesia Bunkakyu
(Jangan lupa menyampaikan nama penyumbang)

Daeng KM

Tuesday, January 11, 2005

Jepang harus berperan

Surat kabar Jepang menyatakan bahwa Jepang sebagai negara yang paling sering mengalami bencana gempa dan tsunami di dunia harus berperan sebagai pelaku untuk membantu korban gempa dan tsunami kali ini. Menurut kabar, ini telah disikapi oleh pemerintah Jepang dan pemerintah Jepang tidak mau kalah jumlah bantuan daripada negara atau instansi donor lain termasuk AS.

Pemerintah Jepang telah mengirim Pasukan Badan Pembela Diri sebesar 1000 orang ke Aceh, namun di Jepang tidak dengar suara protes terhadap pengiriman mereka dari pihak sayap kiri. Ini sangat berbeda dengan waktu Pasukannya dikirim ke Irak tahun lalu. Kegiatan Pasukan kali ini dibatasi upaya kemanusiaan dan penyelamatan korban dan itu cukup dipahami oleh masyarakat Jepang. Namun, rupanya PM Koizumi memanfaatkan kesempatan kali ini agar pengiriman Pasukannya dirasakan biasa oleh masyarakat Jepang.

Saya sangat berharap agar kegiatan Pasukan Badan Pembela Diri Jepang berperan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan masyarakat Aceh. Sebentar lagi, Hari Peringatan Bencana Gempa Bumi Kobe pada 17 Januari tahun 1995 datang. Mungkin ada juga yang mengikuti kegiatan serupa waktu itu di Kobe di dalam anggota Pasukan yang sedang berada di Aceh kali ini.

Masyarakat Jepang akan peringati Hari Kejadian Gempa Kobe dengan rasa khusus sambil mengikuti berita-berita perkembangan kondisi Aceh dan daerah lain.


Daeng KM



Sunday, January 02, 2005

Penjarahan di Tengah Musibah

Ada berita yang sangat sedih.

Saya ambil dari http://www.gempaaceh.com/index.php?option=content&task=view&id=16 tentang moral penanganan mayat musibah. Kiranya warga setempat sudah hilang kemanusiaannya dan menjadi gila. Astaga..... Jika demikian, buat apa kita dan seruluh dunia mau membantu Indonesia? Mohon aparat segera menghentikan aksi ini dan menyingkirkan para orang gila ini dari tempat.

----------

Penjarahan di Tengah Musibah

Info relawan: Dari Banda Aceh dilaporkan bahwa banyak orang yang tidak bertanggungjawab dengan berkedok mencari saudara mulai melakukan penjarahan, bahkan tidak segan-segan menginjak mayat untuk mengambil harta benda korban tsunami. Umumnya yang dijarah adalah reruntuhan toko-toko emas, dll, juga dari media harian Waspada telah mengangkat berita yang sama. Masya Allah ada juga yang mengambil kesempatan dalam kesusahan seperti ini.

Penjarah yang terjadi di Banda Aceh dilakukan oleh orang luar/bukan orang aceh. Malah mereka yang berkedok relawan juga meminta biaya sekitar 200-500rb baru mau melakukan/mengevakuasi mayat-mayat. Kebanyakan mereka relawan dari Luar aceh. Masya allah..

Ada yang menari di atas mayat yang bergelimpangan. Benarlah rakyat kita terutama yang berkedok relawan moralnya sangat dan sangat bejat rela melakukan hal-hal seperti menjarah, meminta bayaran untuk mengangkat mayat, ALLAHUAKBAR!

----------

Daeng KM